Berita Utama

Catatan Markus Wauran: Soekarno-Nikita Khrushchev, Jokowi-Putin dan Nuklir

Di Rusia sendiri saat ini memiliki 38 unit PLTN yang sedang beroperasi dengan kapasitas 27.727 MWe (Total Net Capacity) dan memasok kebutuhan listrik nasional sebesar 20%, dan sedang dibangun 4 unit dengan kapasitas 3.759MWe (Total Net Capacity). Dari 4 unit yang dibangun ini, 3 unit tipe PWR (Pressurized Water Reactor) masing2 berlokasi di Neman dengan kapasitas 1194(gross capacity) dan 2 unit berlokasi di Kurchatov masing-masing berkapasitas 1255MW (gross capacity). 1 unit dengan tipe FBR (Fast Breeder Reactor) berlokasi diSeversk dengan kapasitas 420MW(Gross Capacity).

PLTN terapung (Floating Nuclear Power Plant)

Dari catatan sejarah, Rusia adalah Negara pertama yang memiliki PLTN yang terletak di kota Obninsk, Kaluga Oblast yang beroperasi pada bulan Juni 1954. Kapasitas reaktor ini sebesar 5MWe, dengan tipe reaktor Pressurized Water Graphite Reactor.

Keunggulan lain dari Rusia dalam teknologi energi nuklir ialah membangun PLTN terapung (Floating Nuclear Power Plant), yang diberi nama Academik Lomosonov. PLTN terapung ini memiliki 2 reaktor nuklir dengan kapasitas masing-masing 35MWe, telah diluncurkan pada bulan Agustus 2019 dari pelabuhan Murmanks menuju Pevek, wilayah Timur Rusia dan saat ini telah beroperasi diwilayah tersebut.

Sebagai tindak lanjut tawaran Presiden Putin untuk membangun PLTN di Indonesia, maka pihak Rosatom harus pro-aktif dan agresif di-banding dengan usaha yang dilakukan beberapa tahun yang lalu dengan tawaran yang menarik.

Salah satu upaya yang bisa membuat Indonesia tertarik untuk membangun PLTN buatan Rosatom ialah pembiayaannya.

Rosatom membangun 4 unit PLTN masing-masing berkapasitas 1200MW dengan tipe VVER/PWR di-Akkuyu, Turki Selatan, dimana dana pembiayaannya mayoritas (90%) dari Rosatrom. Dari catatan yang ada,setahu Penulis (bisa juga keliru), saat ini belum ada provider/produsen reaktor nuklir untuk PLTN berani menawarkan pembiayaan seperti Rosatom baik Areva dari Perancis, KHNP (Korea Hydro Nuclear Power) dari Korea Selatan, MHI (Mitsubishi Heavy Industry) dari Jepang, Westinghouse dan GE (General Electric), dari AS, AECL (Atomic Energy Canada Limited) dari Kanada.
Andalan reaktor nuklir Rusia adalah jenis VVER (VODO-VODYANOI ENERGETICHESKY REAKTOR).

Tipe reaktor VVER sama dengan tipe PWR, namun tipe PWR Rusia adalah asli disain Rusia yang dirintis dan dikembangkan oleh Kurchatov Institute sebelum 1970 mulai dari generasi pertama sampai kini mencapai generasi III+ (tiga plus).

Teknologi Generasi III+ VVER-1200 Rusia memenuhi standar keamanan tertinggi di dunia. Model yang akan dibangun di Akkuyu ini sudah dibangun dalam satu seri. Unit 6 dari PLTN Novovoronezh dan unit 1 dari PLTN Leningrad dibuat berdasarkan desain yang sama, dan saat ini telah berdiri dan berjalan. PLTN Novovoronezh dibuat dalam operasi komersial, sementara PLTN Leningrad baru saja diluncurkan pada Februari 2018.

“Operasi yang aman dan efisien dari unit-unit ini menggarisbawahi keandalan teknologi kami,” ujar Alexey Likhachev, Dirut Rosatom dalam keterangan resminya Kamis, 5 April 2018.

NPP Novovoronezh Unit 6 menggunakan teknologi Nuklir terbaru dengan tipe reaktor VVER 1200. PLTN ini merupakan PLTN dengan teknologi generation 3+ pertama di dunia, dengan masa hidup selama 60 tahun.

Sistem keamanan dan pengamanan dari teknologi VVER 1200 terdiri dari containment internal dan external, Barrier system terdiri dari fuel pellet, fuel pin cladding, primary circuit boundary, protective containment dan biological shield.

Dengan berbagai sistem perlindungan tersebut, PLTN Novovoronezh memiliki zero accident.

Di Rusia, selain Novovoronezh Unit 6 dan 7, proyek serupa sedang dikerjakan di Leningrad (2 unit) dan Baltic (2 unit). Dua lainnya dalam tahap desain, yakni PLTN Kursk (4 unit) dan Smolensk (2 unit). Setiap unit berkapasitas 1200 MW.

Dengan uraian diatas, berkaca dari pengalaman dan perkembangan teknologi reaktor nuklir buatan Rusia Generasi III+ untuk PLTN yang bisa beroperasi 60 thn dengan zero accident yang saat ini diluar Rusia sedang dibangun di Turki (mungkin juga di-negara lain), kiranya menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia, dan disisi lain bagaimana Rusia/Rosatom meyakinkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan teknologi reaktor nuklirnya yang mutahir, handal dan terbaik di-dunia dengan pendanaan yang mudah dibandingkan dengan negara-negara lain serta jaminan keselamatan dan usia operasinya.

Jakarta, 2 Juli 2022.

Drs. Markus Wauran
Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI
(Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia)

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara