Ragam

Juni Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah, Suhu Laut Pecahkan Rekor

Seorang wanita menyejukkan diri di bawah sistem pendingin kabut saat gelombang panas terjadi di Budapest, Hongaria, pada 24 Juni 2026.
Seorang wanita menyejukkan diri menggunakan sistem pendingin kabut saat gelombang panas melanda Budapest, Hongaria, 24 Juni 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini menjadi gambaran dampak meningkatnya suhu global. (Foto: Xinhua/David Balogh)

Penulis: Tim Redaksi

BeritaManado.com – Juni Terpanas kembali menjadi sorotan dunia setelah Bumi mencatat Juni terpanas kedua sepanjang sejarah pada 2026, menurut analisis terbaru yang dirilis Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat, Kamis (9/7/2026).

Temuan ini memperlihatkan bahwa suhu global masih berada pada level yang sangat tinggi, disertai sejumlah indikator iklim lain yang ikut memecahkan atau mendekati rekor.

Laporan tersebut dipublikasikan oleh Pusat Informasi Lingkungan Nasional (NCEI) NOAA.

Selain mencatat kenaikan suhu udara global, analisis itu juga menunjukkan suhu permukaan laut dunia mencapai rekor tertinggi untuk bulan Juni, sementara luas es laut di kawasan kutub tetap berada pada tingkat yang sangat rendah.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan kondisi iklim global yang masih lebih hangat dibandingkan rata-rata. Dalam laporan yang sama, aktivitas siklon tropis di berbagai belahan dunia juga tercatat berada di atas rata-rata.

Juni Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah Menurut NOAA

Berdasarkan analisis NOAA, suhu permukaan global selama Juni 2026 berada 1,09 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20.

Angka tersebut menjadikan Juni tahun ini sebagai Juni terpanas kedua sepanjang sejarah, hanya berada di bawah rekor yang tercipta pada 2024.

Kondisi suhu yang lebih tinggi dari rata-rata terjadi di sebagian besar wilayah dunia.

Bahkan, sejumlah benua dan kawasan mengalami salah satu dari sepuluh bulan Juni terpanas yang pernah tercatat sejak pencatatan modern dilakukan.

Data tersebut menunjukkan tren suhu tinggi masih berlanjut di berbagai kawasan, meski tingkat kenaikannya berbeda-beda di setiap wilayah.

Es Laut Menyusut, Suhu Laut Pecahkan Rekor

Selain suhu udara, laporan NOAA juga menyoroti kondisi lautan dan kawasan kutub.

Suhu permukaan laut global pada Juni 2026 tercatat sebagai yang tertinggi untuk bulan Juni dalam sejarah pengamatan.

Pada saat yang sama, luas es laut di Arktik maupun Antarktika masing-masing masuk dalam daftar 10 terendah yang pernah tercatat.

Secara keseluruhan, luas es laut global selama Juni mencapai sekitar 22,7 juta kilometer persegi.

Jumlah tersebut menjadi luas terendah keempat dalam catatan satelit selama 48 tahun terakhir.

Jika dibandingkan dengan rata-rata periode 1991–2020, luas es laut global pada Juni 2026 lebih kecil sekitar 2,02 juta kilometer persegi.

Laporan itu juga mengulas kondisi sepanjang paruh pertama tahun ini.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara