
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi sepakat memperkuat kerja sama demokrasi antara Indonesia dan India, termasuk melalui kolaborasi yang lebih erat antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) kedua negara.
Komitmen itu menjadi salah satu hasil pertemuan bilateral keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, Modi menegaskan demokrasi dan kemajemukan merupakan fondasi yang mempererat hubungan kedua negara.
“Nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan telah menjadi kekuatan bersama dari Indonesia dan India,” kata Modi, dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com.
Ia mengatakan kerja sama antarlembaga penyelenggara pemilu akan terus diperkuat sebagai bagian dari penguatan demokrasi di kedua negara.
“Memori yang ditangani antara Komisi Pemilihan Umum kedua negara, hari ini kita akan terus meningkatkan kerjasama antara kedua demokrasi kita, termasuk juga Komisi Pemilihan Umum,” ungkapnya.
Presiden Prabowo menyambut komitmen tersebut. Menurutnya, Indonesia dan India memiliki posisi strategis sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia sehingga kerja sama keduanya akan memberi manfaat luas bagi kawasan.
“Kerja sama antara kita berdua pasti akan membawa kebaikan bagi kawasan,” ujar Prabowo.
Selain isu demokrasi, kedua pemimpin juga membahas berbagai perkembangan regional dan global.
Prabowo menegaskan Indonesia dan India sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian dunia sekaligus memperkuat peran negara-negara Global South dalam percaturan internasional.
“Di kawasan, Indonesia dan India terus berkomitmen untuk menghasilkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, transparan, dan berbasis pada hukum internasional dengan tetap menjunjung sentralitas ASEAN,” tutur Prabowo.
“Kedua negara juga terus mendukung dialog dan diplomasi serta hukum internasional untuk penyelesaian konflik secara damai di kawasan Timur Tengah,” sambungnya.
(Jhonli Kaletuang)
