Opini

PLTN Pertama di Indonesia

PLTN Pertama di Indonesia

Oleh: Markus Wauran

Saat ini Indonesia memiliki 3 Raektor Nuklir yang beroperasi untuk kepentingan training, riset, produksi isotop, belum ada yang berfungsi menghasilkan energi listrik yaitu PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

Reaktor Nuklir pertama di_Indonesia bernama Reaktor TRIGA-MARK beroperasi 1965 berlokasi di Bandung pada era Presiden Soekarno.

Pada era Presiden Soeharto, terbangun 2 reaktor nuklir yaitu Reaktor KARTINI berlokasi di Yogyakarta dan beroperasi thn 1979 dan Reaktor SIWABESSY di Serpong yang beroperasi thn 1988.

PLTN pertama sebenarnya sudah terbangun pada era Presiden Soeharto, tapi batal karena persoalan politik yang menimbulkan berbagai krisis kenegaraan yang mengancam berbagai sendi kehidupan bangsa Sesudah era Presiden Soeharto, PLTN terus menjadi wacana, timbul pro dan kontra puluhan tahun, baik didalam Kabinet sendiri, maupun masyarakat luas dengan argumentasinya masing-masing.

Dalam kenyataan, kehadiran PLTN di-Indonesia, bukan hanya semata-mata karena pertimbangan teknologi, ekonomi, SDM, lingkungan, ketahanan energi, dan lain-lain tetapi masaalah politik yang dominan.

PLTN telah menjadi permainan politik yang dilakoni oleh Birokrat, Politisi dan Pengusaha yang saat ini disebut sebagai Oligarkhi.

Kenyataan ini harus kita terima, karena masaalah utamanya bukan dipihak mereka, tapi terutama di Sentral Kekuasaan.

Saat ini ada tanda-tanda konkrit akan hadirnya PLTN di Indonesia.

Bermula dari pertemuan Calon Presiden terpilih dalm Pilpres 2024, Prabowo Subianto yang dalam posisi Menteri Pertahanan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 31 Juli 2024 di Moskow.

Dalam pertemuan tersebut, disinggung kerjasama nuklir untuk tujuan damai antara lain pembangunan PLTN.

Kemudian dalam konperensi pers antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin saat bertemu di St. Petersburg, Rusia, Kamis, 19 Juni 2025.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu pengembangan proyek nuklir damai di Indonesia.

Tak hanya untuk energi, menurutnya, nuklir bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan kesehatan. “Kami juga terbuka untuk berinteraksi dengan mitra Indonesia dalam bidang pengembangan nuklir damai,” ujar Putin (Kompas, 20 Juni 2025).

Dari pertemuan diatas, serta tindak lanjut pertemuan dengan pihak lain oleh para pembantu Presiden, maka secara komkrit telah terbit RUPTL (RENCANA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK), dimana Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengumumkan dan mengesahkan RUPTL PLN 2025-2034 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 188.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2025-2034.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan juga telah menyelenggarakan Diseminasi Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan RUPTL PLN 2025-2034 pada Senin (2/6) di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta.

Dalam RUPTL itu, nuklir sudah masuk dalam program dimana se-lambat2nya pada 2034, PLTN Pertama sudah beroperasi dengan kapasitas 0,5GW atau 500MW.

Dalam sejarah Republik, baru pertama kali ini Nuklir/PLTN masuk dalam RUPTL.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara