
PARIS, BeritaManado.com — Menara Eiffel mengambil langkah tak biasa dengan menutup operasional lebih awal pada Sabtu (11/7/2026) dan Minggu (12/7/2026), menyusul gelombang panas yang mendorong suhu di Paris melonjak hingga 36 derajat Celsius.
Perubahan jam kunjungan ini berdampak langsung pada wisatawan di ibu kota Prancis.
Tak hanya ikon terkenal Paris tersebut, dua museum ternama, Museum Louvre dan Museum Orsay, juga memangkas waktu operasional di tengah panas ekstrem.
Kondisi cuaca di Prancis kini menjadi perhatian setelah sekitar seperempat wilayah negara itu dilaporkan berada dalam status siaga merah akibat suhu tinggi.
Menara Eiffel Tutup Lebih Awal Akibat Gelombang Panas
Melalui situs web resminya pada Sabtu, Menara Eiffel mengumumkan penutupan lebih awal selama akhir pekan. Objek wisata tersebut akan berhenti beroperasi pada pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.
Jam tersebut jauh lebih cepat dibandingkan jadwal operasional normal Menara Eiffel yang biasanya berlangsung hingga pukul 00.45 dini hari waktu setempat atau pukul 05.45 WIB pada keesokan harinya.
Lonjakan suhu menjadi alasan perubahan jam operasional salah satu destinasi wisata paling dikenal di Paris itu.
Gelombang panas juga membuat sejumlah museum di Paris melakukan penyesuaian serupa.
Museum Louvre memperpendek jam kunjungannya dan akan tutup pada pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB hingga 13 Juli.
Sementara itu, Museum Orsay menetapkan waktu penutupan pada pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB.
Penyesuaian jam operasional museum tersebut berlangsung hingga 15 Juli.
Dengan perubahan ini, tiga objek wisata di Paris tersebut sama-sama mengurangi waktu operasional ketika suhu tinggi melanda Prancis.
Gelombang Panas Prancis, Suhu Bisa Tembus 40 Derajat
Berdasarkan laporan media-media Prancis, sekitar seperempat wilayah negara tersebut tengah berada dalam status siaga merah karena panas ekstrem.
Meteo-France memperkirakan suhu maksimum di Paris dapat mencapai 36 derajat Celsius pada Sabtu.
Namun, suhu yang lebih tinggi diperkirakan terjadi di beberapa wilayah lain di Prancis.
Temperatur di sejumlah kawasan bahkan diprediksi menyentuh kisaran 39 hingga 40 derajat Celsius.
Situasi panas ekstrem ini diperkirakan belum segera berakhir.
Gelombang panas yang sedang berlangsung diprediksi terus melanda hingga pertengahan pekan depan.
