
Tomohon, BeritaManado.com – Keberadaan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon diduga kuat memiliki hubungan erat dengan Menara Eiffel di Paris, Perancis.
Bukan soal siapa yang merancang dan membangunnya, namun terletak pada kemiripan gaya konstruksi yang terbuat dari besi.
Pecahnya Revolusi Industri di Benua Eropa sekitar tahun 1760 – 1850 mendorong terjadinya perubahan besar di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, tranportasi dan teknologi dan hal itu memberikan dampak terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya dunia.
Salah satu simbol dari revolusi industri itu sendiri adalah dibangunnya Menara Eiffel di Kota Paris, Perancis yang rampung pada tahun 1889.
Menara Eiffel menjadi lambang kemegahan hasil dari revolusi itu sendiri di bidang manufaktur dan konstruksi bangunan menjelang akhir tahun 1800-an hingga saat ini.
Lalu apa hubungannya dengan pembangunan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon saat ini yang dibangun pada tahun 1901?
Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon Revi Tanod Pr, kepada BeritaManado.com, Senin (25/8/2025) mengatakan bahwa sepertinya ada hubungan antara Menara Eiffel dengan Gereja Hati Kudus Yesus Tomohon.
“Disini ada kemiripan, dimana konstruksi besi baja yang menjadi bahan utama pembangunan Menara Eiffel juga terdapat pada Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tomohon. Hal ini mengingat sejak Menara Eiffel saelesai dibangun pada tahun 1899 sampai pada pembangunan gedung gereja tahun 1901 hanya selisih sekitar 12 tahun,” ungkap Pastor Revi Tanod.
Disebutkannya, hal tersebut menjadi keunikan sekaligus kemegahan, mengingat pada awal tahun 1900-an belum ada bangunan konstruksi bangunan seperti itu di Nusantara selain dari Gereja Katedral Jakarta.
Bahkan, gereja-gereja Protestan tertua di Minahasa sepertinya tidak memiliki konstruksi besi seperti itu.
“Menjelang perayaan Yubileum 150 Tahun Pembaptisan Pertama di Tomohon, kami akan mengangkat aspek sejarah dari perkembangan iman umat untuk membuat umat betul-betul dapat mensyukuri perkembangan perjalanan kehidupan selama 150 tahun terakhir,” ujar Pastor Revi.
(Frangki Wullur)
