
Penulis: Alfrits Semen
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, langsung bergegas kembali ke Sulawesi Tengah dari Jakarta setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu dan sejumlah wilayah di sekitarnya, Selasa (16/6/2026).
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus memantau langsung kondisi masyarakat terdampak di daerah yang dipimpinnya.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 11.27 WITa itu berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun sejumlah gempa susulan masih terus terjadi hingga siang dan sore hari.
Dalam keterangannya kepada masyarakat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meminta seluruh warga tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi tersebut.
Ia mengaku sejak kemarin berada di Jakarta untuk menjalankan tugas pemerintahan, namun terus memantau perkembangan kondisi di Sulawesi Tengah dan berkoordinasi dengan tim cepat tanggap darurat serta para kepala daerah.
“Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah saya menghimbau agar tetap tenang dan tidak panik. Saya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan jajaran tim cepat tanggap darurat di daerah serta para kepala daerah,” ujar Anwar Hafid.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap masyarakat, Anwar Hafid menegaskan akan segera kembali ke Sulawesi Tengah pada malam hari untuk meninjau langsung lokasi terdampak gempa.
“Insya Allah malam ini saya akan kembali ke Sulawesi Tengah dan langsung meninjau kondisi di lokasi terdampak,” tegasnya.
Gubernur juga meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat gempa susulan masih terjadi pascagempa utama.
Selain itu, Anwar Hafid menginstruksikan para kepala daerah, khususnya di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso agar segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat.
Prioritas utama adalah evakuasi warga, penanganan korban luka, pendirian posko pengungsian, serta penyediaan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Saya meminta seluruh kepala daerah segera melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban. Jika ada korban luka, segera ditangani. Bentuk posko penampungan sementara dan dapur umum agar masyarakat merasa tenang dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.
Di akhir pesannya, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk saling menguatkan dan berdoa agar daerah yang dikenal sebagai Bumi Tadulako itu senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta mampu melewati ujian bencana ini dengan baik.
“Mari kita saling menguatkan dan berdoa agar Sulawesi Tengah senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Data gempa yang digunakan dalam berita telah disesuaikan dengan laporan BMKG dan laporan
Data sementara menunjukkan gempa kuat tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah dan menyebabkan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.
Beberapa laporan awal juga menyebut adanya korban luka dan kerusakan bangunan yang masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
