Kawanua

Mayjen TNI Rano Tilaar: Dari Kopasus Sampai Jadi Gubernur AKMIL

Mayjen TNI Rano Tilaar: Dari Kopasus Sampai Jadi Gubernur AKMIL

Mayjen TNI Rano Tilaar

Penulis: Frangki Wullur I Magelang

Perjalanan karir seseorang di berbagai bidang tidak bisa ditebak, selain daripada kehendak Tuhan Yang Mahakuasa.

Demikian juga dengan sosok Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Tilaar, putra Kawanua yang mengawali karir militernya sebagai bagian dari Kopasus dan kini menjadi Gubernur Akademi Militer (AKMIL) dengan pangkat bintang dua.

Jenderal bintang dua dengan nama lengkap Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilar ini memiliki jejak karir yang panjang.

Lahir di Banjarmasin Kalimantan Timur pada 4 Juni 1969 (kini berusia 57 tahun), Mayjen Rano Tilaar masuk Akadami Militer dan lulus pada tahun 1993.

Perjalanan karir di TNI Angkatan Darat, Mayjen Rano Tilaar tercatat menjalani serangkaian pendidikan, dimana setelah lulus dari AKMIL tahun 1993, ia melanjutkan ke Sussarcab Infantri pata 1994.

Tahun 1995, pendidikan terus berlanjut pada Sekolah Komando, disusul Sus Jum Master (1996), Suspala Infantri (2003), Seskoad (2008) dan Sus Dandim (2010).

Tidak hanya itu, Mayjen Rano Tilaar juga pernah menjalani serangkaian pendidikan yang berhubungan dengan bidang intelijen, yaitu Suspa Combat Intel di Pusdik Intel TNI AD, Suspa Combat Intel TNI di Sat Induk BAIS TNI, Sus Sandi Yudha di Pusdik Passus Batujajar, Suspa Jurnalistik TNI AD dan Suspa Intel Strat di Pusdik Intelstrat TNI.

Jejak pendidikan Mayjen Rano Tilaar ternyata sampai ke luar negeri, dimana informasi yang ada ia pernah mengikuti Airborne US Jump Master Sas Regiment di Perth-Australia, Mi-6 London Inggris, Branch Deffence Intelligence di Port Moresby, Papua New Guinea, serta Intel Exchange di Manila Filipina.

Dalam tugas kedinasa, Mayjen Rano Tilaar pernah ditugaskan dalam Operasi Seroja Timor Timur (1995), Operasi Satgas Intel Irian Jaya (2002), Operasi Intel Darmil Aceh (2004), Operasi Intel Papua (2009) serta Operasi Intelstrat Papua (2014).

Berkat dedikasi yang tinggi atas penugasan-penugasan yang telah dijalani, Mayjen Rano Tilaar mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI AD untuk mengemban banyak tugas dalam jabatan strategis.

Tahun 1995 menjabat sebagai Dan Unit Grup 2 Kopassus dan berlanjut Dan Ton Parako Grup 2 Kopassus (1996) dan Danki Parako Grup 2 Kopassus (1997).

Tahun 1998 ia dipercayakan sebagai Pasi Intel Grup 2 Kopassus, kemudian Kaur Pen Staf Intel Makopassus (1999), Dantim Grup 3 Sandi Yudha Kopassus (2000), Danden Grup 3 Sandi Yudha Kopassus (2001).

Setelah itu pada 2002 dipercayakan sebagai Kasi Ops Grup 3 Sandi Yudha Kopassus, Dandenma Grup 3 Sandi Yudha Kopassus (2003), Wadanyon Grup 3 Sandi Yudha Kopassus (2005), Pabandaya Min Intel Sintel Makopassus (2009).

Danyon 33 Grup 3 Sandi Yudha Kopassus diperolehnya pada tahun 2009), setelah itu Dandenma Makopassus Cijantung (2011), Dandim 1701/Jayapura (2012), Dan Satlap San Intel BAIS TNI (2015), Dan Sat Kontra Intelijen San Intel BAIS (2016), Paban Utama A3/Intelijen Ekonomi BAIS (2017) serta Paban Utama A4/Intelijen Sosial BAIS (2018).

Jabatan strategis lainnya diperoleh Mayjen Rano Tilaar pada tahun 2019 saat dipercayakan sebagai Danrem 074/Warastratama Surakarta/Solo, kemudian Kabid Jianbang Seskoad (2020), Danrem 052/Wijayakrama (2021), Wakapuspen TNI (2022), Kaskogartap 1/Jakarta (2022) dan Dosen Lemhanas RI (2022-2025).

Kini, sejak menjadi Gubernu Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar tercatat telah berhasil melakukan gebrakan-gebrakan dalam rangka menyiapkan para calon perwira TNI AD.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara