
Dubes RI untuk China menilai investasi LiuGong di Indonesia menjadi langkah penting bagi penguatan industri nasional.
Pembangunan kawasan industri alat berat di Karawang, Jawa Barat, yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (22/7), dinilai tidak hanya berdampak bagi perusahaan asal China tersebut, tetapi juga mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi Indonesia.
Proyek ini menjadi salah satu investasi strategis di sektor manufaktur alat berat yang dibutuhkan industri dan pertambangan dalam negeri. Kehadiran fasilitas produksi lokal juga diharapkan memperkuat rantai pasok industri nasional sekaligus mempererat kerja sama ekonomi Indonesia dan China.
Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, menyampaikan apresiasi terhadap realisasi investasi tersebut saat menghadiri LiuGong Indonesia Downstream Development Conference di Jakarta, Selasa (21/7).
Investasi LiuGong Dukung Hilirisasi dan Industri Nasional
Fasilitas produksi LiuGong di Karawang akan mengusung konsep manufaktur berbasis teknologi pintar dan ramah lingkungan. Pabrik itu nantinya memproduksi berbagai jenis alat berat yang dibutuhkan sektor industri dan pertambangan, termasuk ekskavator dan wheel loader.
Pada tahap awal, kapasitas produksi tahunan direncanakan mencapai lebih dari 5.000 unit.
Menurut Djauhari, investasi di sektor alat berat memiliki dampak luas karena mampu mendorong pembangunan infrastruktur sekaligus menopang program hilirisasi yang tengah dijalankan Indonesia.
“Investasi ini menunjukkan kepercayaan LiuGong terhadap Indonesia, terhadap prospek ekonomi kita, terhadap kapasitas industri kita, dan potensi Indonesia sebagai pusat manufaktur regional,” kata Djauhari dalam acara LiuGong Indonesia Downstream Development Conference di Jakarta pada Selasa (21/7).
Ia menilai kehadiran fasilitas produksi tersebut akan memperkuat pertumbuhan industri dalam negeri sekaligus menjadi simbol semakin eratnya kolaborasi industri antara Indonesia dan China.
Fasilitas Produksi Dibangun Bertahap
Pengembangan kawasan industri LiuGong akan dilakukan dalam tiga fase. Tahap pertama berupa pembangunan fasilitas perakitan yang ditargetkan rampung pada akhir kuartal pertama tahun depan.
Pada fase awal, fasilitas tersebut akan memproduksi ekskavator dengan memanfaatkan komponen lokal. Setelah itu, perusahaan berencana memperluas lini produknya dengan menghadirkan loader bertenaga listrik, buldoser, hingga truk berbadan lebar.
Wakil Presiden Direktur LiuGong Machinery Indonesia, Li Youdong, mengatakan pengembangan produk akan berjalan seiring dengan penguatan ekosistem industri pendukung di Indonesia.
“Selama tiga hingga lima tahun ke depan, seiring dengan diluncurkannya lebih banyak kategori produk, LiuGong akan menciptakan lingkungan pengadaan lokal yang stabil, menyediakan seluruh komponen yang telah melalui pemeriksaan kualitas tinggi untuk mendukung operasi jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan,” ungkap Wakil Presiden Direktur LiuGong Machinery Indonesia Li Youdong.
LiuGong merupakan salah satu produsen alat berat terbesar asal China yang telah beroperasi selama sekitar enam dekade. Perusahaan tersebut memiliki puluhan fasilitas manufaktur dan pusat riset di berbagai negara.
Dalam pengembangan teknologi, LiuGong juga telah menggarap alat berat bertenaga listrik selama lebih dari 10 tahun. Hingga kini, perusahaan itu telah menjual lebih dari 77.000 unit alat berat listrik, mulai dari ekskavator hingga wheel loader, ke berbagai pasar dunia.
Investasi LiuGong di Indonesia diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus mendukung kebutuhan alat berat bagi sektor industri dan pertambangan di masa mendatang.
Sumber: Kantor Berita Xinhua | Dipublikasikan atas kerja sama dengan BeritaManado.com.
