Berita Utama

Gara-gara Saraf Kejepit, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Gara-gara Saraf Kejepit, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Hotman Paris Hutapea. Foto: Ist

Penulis: Tim Redaksi

Advokat kenamaan Hotman Paris Hutapea secara mengejutkan memutuskan mundur dari posisinya sebagai pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Keputusan besar ini ia ambil demi memprioritaskan pemulihan kesehatannya setelah mengalami penderitaan akibat penyakit saraf kejepit yang kian memburuk.

Hotman mengungkapkan kondisi fisiknya saat ini sudah tak lagi memungkinkan untuk menangani perkara hukum berat yang membutuhkan mobilitas tinggi serta konsentrasi ekstra.

Faktor risiko fisik yang ekstrem, termasuk ancaman kelumpuhan jika terus memaksakan diri, menjadi pertimbangan utamanya.

Perjalanan medis pengacara nyentrik ini terbilang cukup panjang.

Sebelum memutuskan bertolak ke rumah sakit medis modern, Hotman sempat berikhtiar melalui jalur pengobatan alternatif.

Mulai dari mendatangi praktisi pijat tradisional di kawasan pinggiran Bojong Gede, Bogor, hingga terapi akupunktur di Jakarta Utara.

“Bulan Juni sudah kesakitan… sempat ke dokter pijit di Bojong Gede. Tapi saya baru sadar, kok makin dipijat malah makin parah,” tutur Hotman dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2026).

Rasa sakit yang makin menjadi-jadi mendorok pengacara kondang ini berpaling ke pengobatan tradisional China di daerah Kelapa Gading.

Di sana, tubuhnya sempat ditancapi puluhan jarum akupunktur.

Namun, ikhtiar tersebut belum jua membuahkan kesembuhan signifikan.

“Dikasih 50 jarum, ditusuk di area sakit. Sampai dua kali terapi, baru saya mikir keras apa sebenarnya yang bikin kejepit,” lanjutnya.

Lantaran rasa nyeri yang terus menghebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, Hotman akhirnya memilih penanganan medis profesional.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di RS Medistra Jakarta, ia memutuskan terbang ke Singapura untuk menjalani operasi bedah saraf pada 9 Juli lalu.

Kini, pascaoperasi di Singapura, Hotman diharuskan membatasi beban kerja fisik maupun mental agar proses pemulihannya berjalan optimal dan terhindar dari komplikasi fatal.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara