
Penulis: Tim Redaks
MANADO, BeritaManado.com — Gubernur Yulius Selvanus menginstruksikan respons cepat setelah banjir bandang dan tanah longsor Sangihe melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung mengirim bantuan logistik darurat guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Pengiriman bantuan tahap pertama dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (23/7/2026). Logistik diberangkatkan menggunakan Kapal Saint Merry menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bagian dari penanganan darurat.
Langkah cepat ini dilakukan agar kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat bencana.
Respons Cepat Gubernur Yulius Selvanus untuk Sangihe
Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, menjelaskan bahwa bantuan yang dikirim merupakan bentuk respons cepat pemerintah provinsi sesuai arahan Gubernur Sulawesi Utara.
“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, kami langsung bergerak menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat Kepulauan Sangihe yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar Adolf.
Pada tahap pertama, BPBD Provinsi Sulawesi Utara mengirimkan 100 lembar tikar, 100 lembar selimut, 40 dus mi instan, serta 30 dus ikan kaleng.
Seluruh bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir bandang dan tanah longsor, khususnya warga yang kehilangan tempat tinggal maupun kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Penanganan Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sangihe Berlanjut
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam penanganan bencana.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Saya menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat, tepat sasaran, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal,” tegas Gubernur.
Selain mengirim bantuan logistik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga akan melaksanakan asesmen lanjutan bersama pemerintah daerah. Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan berikutnya, termasuk proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan berkelanjutan terhadap banjir bandang dan tanah longsor Sangihe.
