Otomotif

Mobil China Kuasai 17,6% Pasar Indonesia, Penjualan Melonjak 72 Persen

Foto dokumentasi ini menunjukkan mobil Changan yang terpilih sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei di Tangerang, Provinsi Banten. (Xinhua)
Foto dokumentasi ini menunjukkan mobil Changan yang terpilih sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei di Tangerang, Provinsi Banten. (Xinhua)

Penulis: Tim Redaksi

BERITAMANADO.COM — Penjualan grosir mobil China di pasar Indonesia mencatat lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume wholesale merek-merek asal China mencapai 63.274 unit atau naik 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini memperlihatkan semakin kuatnya posisi mobil China di pasar Indonesia, terutama pada segmen kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) berbasis baterai listrik.

Dalam lima bulan pertama tahun ini, kontribusi kumulatif penjualan grosir dari belasan merek China tersebut mencapai 17,6 persen dari total penjualan kendaraan nasional.

Angka itu menunjukkan pengaruh yang semakin besar terhadap peta persaingan industri otomotif di Tanah Air.

Mobil China Kuasai Segmen Kendaraan Listrik

Dari seluruh merek yang beroperasi di Indonesia, BYD menjadi pemimpin penjualan grosir di antara pabrikan China. Selama Januari-Mei 2026, BYD mencatat pengiriman sebanyak 17.993 unit.

Posisi berikutnya ditempati Jaecoo dengan volume penjualan 14.284 unit, sedangkan Wuling berada di urutan ketiga dengan capaian 6.534 unit.

Kinerja tersebut turut mengantarkan BYD dan Jaecoo masuk dalam daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang tahun ini. BYD menempati peringkat keenam, sementara Jaecoo berada di posisi ketujuh.

Dominasi kedua merek tersebut mempertegas besarnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik dan teknologi energi baru yang ditawarkan produsen asal China.

Selain mencatat volume penjualan tinggi, sejumlah merek juga membukukan pertumbuhan yang melampaui kenaikan pasar otomotif nasional.

GAC Aion, misalnya, membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Great Wall Motor (GWM) mencatat lonjakan hampir 200 persen.

Pasar Indonesia Jadi Basis Produksi dan Ekspor

Perkembangan mobil China di Indonesia tidak hanya terlihat dari sisi penjualan domestik. Semakin banyak produsen yang mulai merakit kendaraan secara lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung ekspor.

Strategi tersebut membuat Indonesia tidak hanya menjadi tujuan pemasaran, tetapi juga bagian dari rantai produksi regional bagi sejumlah pabrikan China.

Salah satu contohnya adalah Wuling. Dalam kurun lima bulan pertama 2026, total ekspor kendaraan Wuling yang dirakit di Indonesia mencapai 1.188 unit.

Ekspor tersebut mencakup pengiriman kendaraan utuh maupun dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD).

Tren ini menunjukkan bahwa kehadiran mobil China di pasar Indonesia semakin berkembang, bukan hanya melalui peningkatan penjualan, tetapi juga melalui aktivitas produksi dan ekspor yang terus bertumbuh di dalam negeri.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara