Otomotif

Output dan Penjualan NEV di China Catat Pertumbuhan pada April 2026

Eksion, mobil NEV baru produksi Wuling, resmi diluncurkan di Indonesia dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada 22 April 2026. (Xinhua/Abdul Azis Said)
Eksion, mobil NEV baru produksi Wuling, resmi diluncurkan di Indonesia dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta pada 22 April 2026. (Xinhua/Abdul Azis Said)

Produksi dan penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di China mencatatkan pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) pada April 2026, menurut data industri yang dirilis pada Senin (11/5).

Output NEV naik 5,5 persen (yoy) menjadi 1,32 juta unit, sementara penjualannya meningkat 9,7 persen menjadi 1,34 juta unit, menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).

Dari total penjualan mobil baru pada April 2026, NEV menyumbang 53,2 persen, menurut data tersebut.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, produksi dan penjualan mobil di China masing-masing tercatat 9,61 juta unit dan 9,57 juta unit.

Produksi dan penjualan NEV masing-masing mencapai 4,29 juta unit dan 4,3 juta unit pada periode tersebut.

Pada Januari-April, ekspor kendaraan negara itu melonjak 61,5 persen (yoy) menjadi 3,13 juta unit, dengan ekspor NEV melesat 120 persen menjadi 1,38 juta unit.

Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengatakan meskipun produksi dan penjualan mobil turun tipis secara tahunan pada April 2026, penurunan kumulatif dalam empat bulan pertama tahun ini makin mengecil.

Langkah-langkah kebijakan terbaru telah mengirimkan sinyal positif yang akan membantu menggenjot permintaan otomotif domestik, memperkuat keunggulan perdagangan luar negeri, serta mendorong operasional yang stabil dan pembangunan berkualitas tinggi sektor tersebut, imbuh Chen.

Artikel ini merupakan konten kerja sama BeritaManado.com dengan Kantor Berita Xinhua.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara