
Penulis: Tim Redaksi
Mobil NEV (New Energy Vehicle) China kini menjadi sorotan utama masyarakat setelah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menuntut penghematan pengeluaran harian yang masif.
Kehadiran lini kendaraan energi baru, baik bertenaga listrik murni maupun teknologi hybrid ini, mendadak jadi penyelamat kantong konsumen berkat efisiensi biaya operasional yang sangat signifikan.
Berbagai produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu berlomba-lomba membuktikan bahwa beralih dari mobil konvensional ke teknologi hijau bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan finansial yang nyata.
Langkah ini dirasa sangat krusial bagi publik yang mulai tercekik biaya transportasi pasca-penyesuaian harga bahan bakar di SPBU.
Sentimen ketegangan finansial di tingkat rumah tangga perlahan mencair berkat simulasi angka pengeluaran yang ditawarkan oleh teknologi baru ini.
Konsumen kini memiliki opsi konkret untuk memangkas pengeluaran rutin secara ekstrem tanpa harus membatasi mobilitas harian mereka.
Simulasi Biaya Energi Super Hemat Chery
Chery Indonesia langsung mengambil momentum ini dengan memamerkan keunggulan dua produk hybrid andalan mereka, yaitu Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.
Melalui simulasi terbaru yang mereka gelar, rute harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer ternyata hanya menghabiskan dana di bawah Rp14.000 saja.
Syaratnya, kendaraan harus dioperasikan secara penuh dengan memanfaatkan mode listrik murni.
Bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan jarak jauh ke luar kota, kendaraan ini juga menawarkan angka efisiensi biaya operasional yang mencengangkan.
Untuk menempuh jarak hingga 240 kilometer, dana yang perlu dikeluarkan tidak sampai Rp160.000.
Hebatnya, angka tersebut bahkan bisa dipangkas lagi hingga setengahnya.
Pengendara cukup melakukan pengisian daya baterai secara berkala di tengah perjalanan agar mobil sama sekali tidak perlu membakar bensin.
Jika dihitung dalam akumulasi bulanan dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer, total pengeluaran energi untuk Tiggo 8 CSH diproyeksikan berada di angka Rp568.909.
Sementara itu, pemilik Tiggo 9 CSH justru hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp392.199.
Tentu saja nominal ini jauh lebih ramah di dompet ketimbang mobil bermesin bensin konvensional yang rata-rata menghabiskan dana di atas Rp1 juta untuk jarak yang sama.
“Melalui Chery Super Hybrid, kami ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Konsumen tidak perlu memilih antara kendaraan yang hemat dan kendaraan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Kami menghadirkan teknologi yang memungkinkan keduanya hadir dalam satu pengalaman berkendara,” kata Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania dalam keterangannya.
