
Penulis: Tim Redaksi
Pernyataan tegas meluncur dari mulut Hashim Djojohadikusumo di hadapan ratusan kader Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) yang memadati Hotel Novotel Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (12/6/2026).
“GEKIRA adalah organisasi politik. GEKIRA bukan paguyuban, bukan arisan. Kita, Anda dan saya, adalah bagian dari organisasi politik dengan tujuan politik,” ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKIRA 2026.
Kata-kata itu bukan sekadar retorika. Bagi Hashim, GEKIRA yang berdiri sebagai organisasi sayap Partai Gerindra memikul tanggung jawab nyata: mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah mendapat mandat rakyat lewat Pilpres 2024.
Rakernas berlangsung pada 12–14 Juni 2026, mengusung tema “Transformasi Ekonomi Nasional dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto” dengan subtema Akselerasi Transformasi Ekonomi Era Prabowo: Pangan Aman, Energi Mandiri, SDM Juara.
Melki Suawah: Tujuh Menteri Hadir sebagai Keynote Speaker
Di balik suksesnya penyelenggaraan Rakernas, ada sosok Melki Marcos Suawah selaku Ketua Panitia.
Pria ini memastikan forum nasional itu tampil berbobot dengan menghadirkan tujuh pejabat tinggi negara dari Kabinet Merah Putih sebagai pembicara utama.
“Beberapa menteri yang hadir sebagai keynote speaker antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, serta Wakil Menteri Kesehatan Benny Octavianus,” papar Melki.
Menurut Melki, Rakernas dirancang bukan sekadar forum seremonial, melainkan ajang perumusan program kerja nasional yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa setiap kader GEKIRA dari tingkat Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah, hingga Pimpinan Pusat wajib ikut terlibat dalam menyusun agenda kerja strategis lima tahun ke depan.
Rakernas juga didahului aksi sosial pada 4 Juni 2026, di mana Melki Suawah bersama pengurus GEKIRA menyerahkan bantuan kepada warga marjinal di tiga wilayah Jakarta dan Tangerang, menyasar penyandang disabilitas, anak panti asuhan, dan warga kurang mampu.
