
Ketua Umum Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gbl. Francky Riko Londa, S.Th., M.A., berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Disertasi (Promosi) yang digelar Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam ujian tersebut, Francky Londa mempresentasikan dan mempertahankan disertasi berjudul “Gereja Merah Putih, Indonesia Raya, dan Kebhinekaan Agama: Suatu Tinjauan Terhadap Teologi Kebangsaan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sebagai Alternatif Model Teologi Publik di Indonesia.”
Disertasi tersebut mengkaji teologi kebangsaan yang hidup dalam perjalanan sejarah KGPM dan relevansinya dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis di tengah kemajemukan agama, budaya, dan suku bangsa di Indonesia.
Ujian promosi ini menghadirkan sejumlah akademisi dan teolog terkemuka, di antaranya Prof. Olaf H. Schumann dari Jerman, Prof. I. J. M. Haire dari Australia, Prof. Margaretha A. Liwoso, Dr. Richard A. D. Siwu, Dr. Johan Nicolaas Gara, serta Dr. Welman Boba.
Keberhasilan meraih gelar doktor ini menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi Francky Londa secara pribadi, tetapi juga bagi KGPM yang selama ini dikenal memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan pelayanan gereja di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Melalui penelitian tersebut, Francky Londa menawarkan refleksi teologis yang berakar pada pengalaman dan pemikiran kebangsaan KGPM sebagai kontribusi bagi pengembangan teologi publik Indonesia.
Gagasan tersebut diharapkan dapat memperkaya dialog antara gereja, masyarakat, dan negara dalam merawat kebhinekaan serta memperkuat semangat persatuan nasional.
Usai ujian promosi, Francky Londa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Segala puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus; pencapaian ini saya persembahkan untuk kemuliaan nama-Nya serta sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar KGPM yang terus menopang dalam doa dan pelayanan,” ujarnya.
Pencapaian akademik ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi KGPM dalam bidang teologi, pendidikan, serta kehidupan kebangsaan Indonesia, sejalan dengan panggilan gereja untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani yang membangun persaudaraan, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat.
