Berita Utama

Hong Kong Jadi Pusat Kekayaan Teratas Dunia, Swiss Tergeser

Kawasan pusat bisnis Hong Kong. Wilayah ini resmi menjadi pusat pengelolaan kekayaan lintas perbatasan terbesar di dunia menurut Laporan Kekayaan Global 2026.
Foto yang diabadikan pada 17 September 2025 ini memperlihatkan pemandangan Distrik Budaya Kowloon Barat di Hong Kong, China selatan. (Xinhua/Chen Duo)

Penulis: Tim Redaksi

Hong Kong resmi melampaui Swiss sebagai pusat kekayaan teratas dunia dalam pengelolaan aset lintas negara. Pencapaian ini terjadi lebih cepat sekitar dua tahun dibandingkan perkiraan pasar, didorong oleh pertumbuhan sektor keuangan yang kuat serta meningkatnya arus modal yang masuk ke wilayah tersebut.

Berdasarkan Laporan Kekayaan Global 2026 yang dirilis Boston Consulting Group, nilai aset kekayaan lintas perbatasan yang dikelola Hong Kong mencapai 2,95 triliun dolar AS pada 2025. Angka itu meningkat 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar global karena memperlihatkan semakin kuatnya posisi Hong Kong di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia. Selain itu, perkembangan ini mempertegas peran kota tersebut sebagai salah satu pusat keuangan paling berpengaruh saat ini.

Pertumbuhan aset didukung masuknya dana dari China Daratan serta kinerja pasar saham yang solid. Aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO yang tinggi dan penguatan saham-saham perusahaan platform internet turut memperkuat pertumbuhan tersebut.

Hong Kong Perkuat Posisi sebagai Pusat Kekayaan Teratas Dunia

Associate Professor Keuangan Sekolah Bisnis Universitas Hong Kong, Liu Yang, menilai sejumlah keunggulan yang dimiliki Hong Kong semakin menarik bagi investor internasional.

Lingkungan investasi yang dinilai aman dan stabil, akses luas ke pasar global, serta beragam instrumen investasi membuat banyak investor kaya dari Asia memilih memindahkan kembali aset mereka ke Hong Kong.

Data setempat menunjukkan lebih dari 3.380 kantor pengelolaan kekayaan keluarga tunggal atau single-family office (SFO) telah beroperasi di Hong Kong hingga akhir 2025. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 25 persen dalam kurun dua tahun terakhir.

Sementara itu, hingga akhir April tahun ini, hampir 3.600 permohonan telah diterima melalui Skema Pendatang Investasi Modal Baru. Program tersebut berpotensi menghasilkan investasi sekitar 108 miliar dolar Hong Kong atau setara sekitar 14 miliar dolar AS.

Menurut Liu, geliat pasar IPO sepanjang tahun lalu juga memberikan dampak positif terhadap industri pengelolaan kekayaan. Dana segar yang diperoleh para pendiri perusahaan dan pemegang saham menciptakan tambahan modal untuk diinvestasikan kembali.

Sebanyak 119 perusahaan melantai di bursa Hong Kong sepanjang 2025 dengan total penghimpunan dana mencapai 37,4 miliar dolar AS.

Angka tersebut menjadikan Hong Kong sebagai pasar penggalangan dana IPO terbesar di dunia.

Pertumbuhan Pasar Keuangan Hong Kong Diproyeksikan Berlanjut

Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Christopher Hui, melihat adanya hubungan yang saling memperkuat antara pengelolaan kekayaan, aktivitas korporasi, dan pasar keuangan.

Menurutnya, family office serta individu dengan kekayaan tinggi berkontribusi menghadirkan likuiditas yang dibutuhkan pasar modal untuk menarik lebih banyak pencatatan saham baru.

Di sisi lain, sektor swasta juga memperoleh manfaat dari perkembangan tersebut. Anthony Lau, Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong, mengatakan kepada Xinhua bahwa sejumlah klien internasional cenderung memperluas bisnis keluarga mereka setelah membangun family office di Hong Kong.

Laporan Boston Consulting Group memperkirakan aset kekayaan lintas perbatasan Hong Kong akan terus tumbuh sekitar 9 persen setiap tahun hingga 2030. Laju tersebut lebih tinggi dibandingkan Swiss yang diproyeksikan bertumbuh sekitar 6 persen per tahun.

Para analis juga melihat peluang penguatan posisi Hong Kong dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah perpindahan kekayaan antargenerasi yang diperkirakan mencapai sekitar 83 triliun dolar AS dalam tiga dekade mendatang, sebuah tren yang dapat semakin memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi global.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara