
Penulis: JenlyWenur | Minahasa
Suasana pagi di ruas Jalan Manado-Tomohon mendadak berbeda dari biasanya.
Saat sinar matahari mulai menyapa, dentuman musik berirama semangat tiba-tiba memecah rutinitas para pengguna jalan.
Dari sebuah lorong di kawasan perbatasan Desa Pineleng Dua dan Pineleng Satu, sebuah mobil pick up perlahan keluar.
Namun yang paling mencuri perhatian bukan kendaraan itu, melainkan iring-iringan warga berbaju putih yang mengikutinya.
Satu per satu mereka berhamburan keluar menuju jalan utama.
Menariknya lagi, tak sedikit mereka yang sudah lansia berbaur dalam rombongan warga itu.
Dalam hitungan menit, ratusan orang telah berbaris rapi di sisi jalan.
Sesekali terdengar teriakan lantang, “Nico!” yang langsung disambut dengan seruan “Dua!” sambil mengangkat dua jari ke udara.
Mereka adalah para pendukung Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua nomor urut dua, Nicolaus Tangapo.
Hari itu menjadi momen kampanye damai terakhir sebelum memasuki masa tenang Pilhut.
Aksi ini tak hanya sekadar menggelar konvoi, melainkan kerja bakti bersama membersihkan ruas jalan.
Berbekal sapu, karung atau tas plastik, dan peralatan sederhana lainnya, mereka menyusuri jalan sambil membersihkan sampah yang ditemukan di sepanjang rute.
Di sela-sela aktivitas itu, irama musik yang terus mengalun membuat suasana tetap meriah.
Ada yang bernyanyi, ada pula yang bergoyang ringan sembari bekerja.
Pemandangan tersebut menghadirkan perpaduan unik antara semangat gotong royong dan antusiasme politik yang terasa hangat.
Setelah menyelesaikan pembersihan hingga batas wilayah yang telah ditentukan panitia, Bro Nico, sapaan akrab calon nomor urut dua ini, bersama pendukungnya melanjutkan perjalanan mengelilingi desa sebelum akhirnya kembali ke rumah pemenangan.
Di tengah perjalanan, hujan deras tiba-tiba turun mengguyur.
