Minahasa

Doa Lintas Agama Awali Kampanye, Nicolaus Tangapo Siap Benahi Pelayanan Desa hingga Jaga Sinergitas

Doa Lintas Agama Awali Kampanye, Nicolaus Tangapo Siap Benahi Pelayanan Desa hingga Jaga Sinergitas
Calon Hukum Tua Desa Pineleng Dua, Nicolaus Tangapo, memaparkan visi dan misinya.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Memasuki tahapan kampanye Pemilihan Hukum Tua Desa Pineleng Dua yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026, para calon mulai memaparkan visi dan misi mereka kepada masyarakat.

Rangkaian kampanye diawali dengan doa bersama lintas agama yang melibatkan para calon Hukum Tua, panitia, serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026) di kediaman Keluarga Lumowa-Makarawung, Jaga VI, Desa Pineleng Dua juga diramaikan dengan pendukung dan simpatisan masing-masing calon.

Dalam kesempatan itu, Calon Hukum Tua Nomor Urut 2, Nicolaus Tangapo, memaparkan visi pembangunan desa yang diusungnya.

Sosok yang selama pelaksanaan Pilhut banyak menarik simpati warga, kini kembali mencuri perhatian dengan program yang terukur yang ditawarkannya.

“Visi saya adalah mewujudkan Desa Pineleng Dua yang Tertib, Sehat, Cerdas, dan Bermartabat,” ungkap Nicolaus Tangapo.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Nicolaus menyiapkan beberapa misi utama yang menjadi arah pembangunan desa ke depan.

Nico mengawali misinya dengan fokus pada menata pemerintahan desa agar lebih tertib, jujur, transparan, dan taat aturan.

Ia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Transparansi penggunaan Dana Desa dan pengelolaan BUMDes juga menjadi perhatian utama guna mencegah penyalahgunaan wewenang.

Pada sektor kesehatan, Nicolaus ingin mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani maupun rohani.

Program yang ditawarkan mencakup penguatan layanan dasar seperti Posyandu, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi bagi ibu hamil serta menyusui.

Ia juga berencana mendorong budaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga desa, termasuk mengoptimalkan lapangan desa sebagai sarana olahraga masyarakat.

Di sisi lain, penyuluhan bahaya narkoba akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan instansi terkait agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami dampak buruk penggunaan zat terlarang.

Dalam aspek kehidupan rohani, Nicolaus menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama guna menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan saling menghormati.

Misi lainnya adalah berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus didorong melalui pengembangan UMKM, Koperasi Merah Putih, serta optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Sementara itu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Nicolaus menawarkan sejumlah program, antara lain mengaktifkan kembali pos ronda di setiap jaga dengan jadwal yang melibatkan warga laki-laki dewasa.

Ia juga berkomitmen meningkatkan penerangan jalan umum agar tidak ada lagi titik-titik gelap di wilayah desa
pada malam hari.

Selain itu, ia mengusulkan penataan administrasi bagi pendatang, penghuni kos, maupun tamu yang datang ke desa dengan kewajiban melapor dalam waktu 1×24 jam.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.

Upaya memperkuat kerukunan sosial juga menjadi perhatian.

Nicolaus berencana mendorong pertemuan rutin antara tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda sebagai wadah komunikasi serta penguatan persatuan masyarakat.

Budaya gotong royong akan terus dibina, disertai sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying), kekerasan, dan ujaran kebencian.

Hal yang tak kalah penting, kata dia, adalah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung program-program Bupati dan Wakil Bupati.

“Bagi saya, pembangunan desa harus berjalan searah dengan kebijakan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui sinergi tersebut, Nicolaus berharap pelayanan publik, termasuk administrasi kependudukan, dapat semakin optimal.

Kerja sama dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat juga akan diperkuat, terutama dalam penanganan bencana dan situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.