
Penulis: Tim Redaksi
MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kali ini, dua penghargaan berhasil diraih dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (6/11/2026).
Dua penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Pemerintah Daerah bidang promosi dan pengembangan kebudayaan daerah serta kategori Museum bidang pelestarian sejarah dan warisan budaya daerah yang diterima Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, menerima penghargaan kategori Pemerintah Daerah. Sementara penghargaan kategori Museum diterima Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.AP.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya Pemprov Sulut dalam memperkuat pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan daerah.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, pembangunan sektor kebudayaan terus didorong melalui pembenahan infrastruktur, revitalisasi museum, pelestarian warisan budaya, serta pengembangan ruang kreativitas bagi seniman dan masyarakat.
Revitalisasi Museum Sulut Tarik 27 Ribu Pengunjung
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kunjungan ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan Daerah Sulut, hingga Oktober 2026 jumlah pengunjung museum telah mencapai 27.000 orang.
Peningkatan ini menjadi indikator berkembangnya minat masyarakat untuk mengenal sejarah dan kekayaan budaya daerah melalui fasilitas edukasi yang semakin representatif.
Revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut. Pembenahan yang dilakukan menghadirkan wajah baru museum dengan fasilitas dan ruang pamer yang lebih modern.
Sebelumnya, Gubernur Yulius Selvanus juga menegaskan komitmennya menjadikan museum tersebut sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia.
Komitmen itu menjadi bagian dari upaya menjadikan museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan ruang edukasi publik yang dapat dinikmati berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Peresmian wajah baru museum oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Mei 2026 turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Dalam kesempatan tersebut, Fadli menilai Museum Negeri Sulawesi Utara memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu museum terbaik di Indonesia.
Informasi mengenai peresmian dan pembenahan museum juga disampaikan melalui siaran pers resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Sulut Miliki 75 Warisan Budaya Takbenda
Selain pengembangan museum, Sulawesi Utara juga mencatat perkembangan dalam pelindungan warisan budaya.
Hingga September 2026, Sulawesi Utara telah memiliki 75 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, termasuk 23 karya budaya baru yang ditetapkan sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut memperkuat pengakuan terhadap kekayaan tradisi, seni, dan identitas masyarakat Sulawesi Utara.
Sebelumnya, BeritaManado.com juga telah mengulas perkembangan tersebut melalui pemberitaan Sulut Catat 75 Warisan Budaya Tak Benda, Yulius Selvanus Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi.
Di samping warisan budaya takbenda, Sulawesi Utara juga memiliki satu Cagar Budaya Nasional yang menjadi bagian dari upaya menjaga peninggalan sejarah bernilai penting bagi perjalanan peradaban bangsa.
Pemprov Sulut terus mendorong agar kekayaan budaya tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Ruang Kreativitas Seniman Terus Diperkuat
Pengembangan kebudayaan juga dilakukan dengan memperluas ruang ekspresi dan apresiasi bagi pelaku seni.
Sejumlah kegiatan seperti Rona Budaya, Festival Warisan Budaya, dan Rally Teater menjadi wadah bagi seniman, komunitas, serta generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan memperkenalkan karya budaya daerah.
Penguatan infrastruktur turut dilakukan melalui revitalisasi Gedung Kesenian dan Taman Budaya. Fasilitas tersebut diharapkan semakin mendukung kegiatan pertunjukan, aktivitas berkesenian, serta pengembangan kreativitas masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Yulius Selvanus yang mendorong kebudayaan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Sebelumnya, dalam peringatan Hari Kebudayaan Sulawesi Utara 2026, Gubernur Yulius juga mendorong agar kekayaan budaya lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis tradisi dan pariwisata budaya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pemajuan Kebudayaan
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, mengatakan dua penghargaan AKI 2026 tidak terlepas dari perhatian dan kebijakan Gubernur Yulius Selvanus, khususnya melalui revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.
Menurutnya, capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja satu instansi, melainkan buah kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten dan kota, seniman, budayawan, organisasi, komunitas, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan kebudayaan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemajuan kebudayaan berjalan berkelanjutan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap individu, kelompok, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, AKI memberikan 63 penghargaan dalam tujuh kategori, yakni Indonesianis, Diaspora, Pemerintah Daerah, Taman Budaya, Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah, Media, dan Museum.
Fadli Zon secara khusus menekankan pentingnya museum sebagai etalase budaya dan peradaban bangsa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kebudayaan nasional.
Dua penghargaan yang diterima Sulawesi Utara menjadi motivasi untuk melanjutkan berbagai program pelestarian dan pengembangan kebudayaan.
Pemprov Sulut berkomitmen menjadikan kebudayaan bukan hanya sebagai warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, identitas daerah, ruang kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan budaya Sulawesi Utara diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional serta terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Informasi mengenai program dan kegiatan kebudayaan daerah dapat diakses melalui situs resmi Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
