
Sekda Lynda Watania bersama peserta FGD
Penulis: Frangki Wullur | Tondano
Kabupaten Minahasa mulai mempersiapkan strategi pembinaan atlet secara lebih terukur untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Sulawesi Utara tahun 2027. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengubah pola pembinaan olahraga melalui pemanfaatan data potensi atlet dan cabang olahraga (cabor).
Menurutnya, pembinaan harus dimulai sejak usia dini, disertai peningkatan kualitas pelatih serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai
.
“Pembinaan olahraga harus dilakukan secara terencana, sistematis, berjenjang dan berkelanjutan. Mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai,” tegas Watania.
Ia menilai, kehadiran SI RODA VASUNG menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga di Minahasa.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Olahraga Prestasi, Rapat Koordinasi Persiapan Porprov XIII Sulut, sekaligus Sosialisasi Aplikasi SI RODA VASUNG yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minahasa di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Jumat (6/11/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda Watania, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga tidak bisa hanya mengandalkan persiapan menjelang kompetisi. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.
Inovasi yang merupakan singkatan dari Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Valid, Strategis dan Unggul tersebut digagas Kepala Dispora Minahasa, Agustifo Tumundo, sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII.
Watania mengatakan, ketersediaan data yang valid akan membantu pemerintah daerah memetakan potensi atlet, mengidentifikasi kekuatan masing-masing cabang olahraga, sekaligus menentukan arah kebijakan pembinaan.
“Dengan data yang valid, kita bisa melakukan evaluasi dan pemetaan potensi atlet serta cabang olahraga yang kita miliki. Sehingga target prestasi bisa ditetapkan secara jelas, realistis dan terukur,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian prestasi tidak dapat dibebankan hanya kepada Dispora. Diperlukan keterlibatan KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet hingga dunia pendidikan.
Menurut Watania, KONI memiliki peran strategis karena memahami perkembangan dan kebutuhan pembinaan prestasi pada masing-masing cabang olahraga.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan menyatukan tekad dan komitmen untuk melahirkan atlet yang mampu mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Selain Sekda Lynda Watania, kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setdakab Minahasa Riviva Maringka, Kepala Dispora Agustifo Tumundo, pengurus KONI Minahasa, pengurus cabang olahraga serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum ini, Pemkab Minahasa berharap persiapan menuju Porprov XIII Sulut 2027 tidak berhenti pada pembentukan kontingen, tetapi menjadi momentum pembenahan sistem pembinaan olahraga dengan menjadikan data sebagai dasar penentuan strategi dan prestasi sebagai sasaran akhirnya.
