Tekno

ENDOTEQ Jerman Hadir di Sulut, Dokter Spesialis Pelajari Tiga Aplikasi Laser Medis

ENDOTEQ Jerman Hadir di Sulut, Dokter Spesialis Pelajari Tiga Aplikasi Laser Medis

Editor: Sri Surya

Teknologi laser medis ENDOTEQ asal Jerman diperkenalkan kepada dokter spesialis di Sulawesi Utara melalui workshop yang mempertemukan organisasi profesi, penyedia teknologi medis, dan institusi pelayanan kesehatan.

Kegiatan bertajuk Meet The Expert: Indomed Laser Exclusive Session ini digelar PABI Sulawesi Utara bersama PT Indomed Khanasti Indonesia (INDOMED), dengan dukungan RS Sentra Medika Minahasa Utara sebagai lokasi pelaksanaan.

ADVERTISEMENT

Workshop tersebut menghadirkan pembahasan tiga aplikasi teknologi laser untuk prosedur bedah minimal invasif, yakni Endovenous Laser Ablation (EVLA), Laser Hemorrhoidoplasty (LHP), dan Fistula Laser Closure (FiLaC).

Ketiganya berkaitan dengan penanganan kondisi medis tertentu melalui pendekatan laser yang memungkinkan tindakan lebih terarah tanpa selalu membutuhkan pembedahan terbuka.

Bagi dokter spesialis, perkembangan ini menghadirkan ruang untuk memperdalam pengetahuan mengenai pilihan prosedur medis.

Namun, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan ketepatan indikasi, kemampuan operator, evaluasi kondisi pasien, serta perhatian terhadap keselamatan dalam setiap tindakan.

ENDOTEQ dan Tiga Aplikasi Teknologi Laser Medis

ENDOTEQ merupakan merek teknologi laser medis yang dikembangkan ENDOTEQ Medizinische Laser Deutschland GmbH di Düsseldorf, Jerman.

Perangkat ini menggunakan laser dioda dengan panjang gelombang 1.470 nanometer yang karakteristiknya berkaitan dengan penyerapan energi oleh air dalam jaringan.

Melalui karakteristik tersebut, energi panas dapat diarahkan sesuai teknik dan tujuan tindakan.

Sistem laser serta serat aplikatornya juga disesuaikan dengan kebutuhan prosedur dan penerapan klinis.

Sesi pertama workshop menghadirkan dr. Billy Stephanus Karundeng, Sp.B, Subsp.BVE(K), yang juga menjabat Ketua PABI Sulawesi Utara.

Dalam materi EVLA Session Class: Vascular Surgeon Only, ia membahas penerapan teknologi laser pada bidang bedah vaskular.

EVLA atau Endovenous Laser Ablation merupakan prosedur minimal invasif yang menggunakan energi laser untuk menutup vena target melalui akses intravena.

Metode ini dapat diterapkan pada kondisi vena tertentu, termasuk varises, berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikasi klinis pasien.

Masyarakat mengenal prosedur tersebut dengan istilah laser varises. Pembahasan dalam workshop turut mencakup prinsip kerja, aspek teknis, pemilihan pasien, dan penguasaan prosedur oleh dokter.

“Perkembangan teknologi laser memberikan pilihan pendekatan dalam penanganan berbagai kondisi vaskular. Namun, penerapannya tetap harus didasarkan pada indikasi yang tepat, pemahaman terhadap teknik prosedur, dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien. Forum edukasi seperti ini menjadi kesempatan bagi dokter untuk memperdalam pengetahuan serta mendiskusikan perkembangan teknologi secara profesional,” ujar dr. Billy, Sp.B., Subsp.BVE(K), dalam sesi workshop.

Materi berikutnya disampaikan dr. Tony Sukentro, Sp.B, melalui sesi LHP and FiLaC Session Class: General & Digestive Surgeon.

LHP atau Laser Hemorrhoidoplasty merupakan tindakan berbasis laser untuk menangani hemoroid atau wasir pada pasien dengan indikasi yang sesuai.

Sementara itu, FiLaC atau Fistula Laser Closure menggunakan energi laser untuk membantu penanganan saluran fistula tertentu dengan mempertimbangkan anatomi, kondisi jaringan, serta fungsi struktur di sekitarnya.

“Dalam bidang bedah umum dan digestif, pemahaman terhadap perkembangan teknologi perlu disertai penguasaan indikasi dan teknik penggunaannya. LHP dan FiLaC merupakan contoh aplikasi laser yang dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu. Melalui edukasi klinis, dokter dapat memperdalam pemahaman mengenai karakteristik prosedur dan faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan terapi,” ujar dr. Tony, Sp.B.

Kolaborasi PABI Sulawesi Utara, INDOMED, dan RS Sentra Medika

Selain kedua pemateri, workshop ini menghadirkan dr. Jassy Suzzane Resa Ranti, Sp.B, sebagai moderator. Ia juga merupakan dokter spesialis bedah di RS Sentra Medika Minahasa Utara.

Keterlibatannya memberikan perspektif mengenai pentingnya pembaruan informasi teknologi medis, peningkatan kompetensi dokter, serta kesesuaian metode tindakan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

“Pembaruan pengetahuan merupakan bagian penting dari pengembangan profesional dokter. Melalui forum seperti ini, kami dapat mengenal perkembangan teknologi medis, memahami karakteristik prosedur yang tersedia, dan mendiskusikan relevansinya dengan kebutuhan pasien serta kondisi pelayanan di rumah sakit,” ujar dr. Jazzy, Sp.B.

Dari pihak INDOMED, Direktur Business Development dan Operasional, Abdurrahman Oman, S.I.Kom., M.I.Kom., menekankan bahwa pengenalan teknologi medis perlu disertai edukasi agar tenaga kesehatan memahami karakteristik dan penerapannya.

“Bagi INDOMED, pengenalan teknologi medis perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan pemahaman yang tepat. Melalui Meet The Expert: Indomed Laser Exclusive Session, kami ingin membuka ruang diskusi bagi para dokter untuk mengenal aplikasi teknologi laser ENDOTEQ lebih jauh, sekaligus memahami bahwa penggunaan teknologi harus selalu mempertimbangkan kebutuhan klinis, kompetensi operator, dan keselamatan pasien,” kata Abdurrahman Oman dalam wawancara.

Dukungan penyelenggaraan juga datang dari RS Sentra Medika Minahasa Utara yang menyediakan fasilitas untuk kegiatan tersebut.

Direktur RS Sentra Medika Minahasa Utara, dr. Ivan Wijaya Widiatomo, MARS, menyampaikan apresiasi terhadap forum edukasi yang mempertemukan dokter spesialis dan pihak penyedia teknologi medis.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi yang mempertemukan para dokter spesialis dan pihak yang bergerak di bidang teknologi medis. Forum seperti ini dapat mendukung pertukaran pengetahuan dan pengembangan kompetensi profesional. Harapannya, pembahasan mengenai perkembangan teknologi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan dengan tetap mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ujar dr. Ivan Wijaya Widiatomo, MARS, selaku Direktur RS Sentra Medika Minahasa Utara.

Melalui workshop ini, PABI Sulawesi Utara dan INDOMED mendorong pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi laser dalam dunia bedah.

Pembahasan ENDOTEQ, EVLA, LHP, dan FiLaC sekaligus menempatkan edukasi klinis, kompetensi profesional, serta keselamatan pasien sebagai bagian penting dari pengenalan inovasi medis. (***)