
Penulis: Frangki Wullur | Manado
Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan guru.
Peran orangtua di dalam keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, serta masa depan anak.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Maya Rumantir, Anggota DPD/MPR RI dari Sulawesi Utara, yang menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi utama dalam proses pendidikan anak.
Menurut Maya Rumantir, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari pencapaian akademik.
Pendidikan juga harus mampu membentuk anak menjadi pribadi yang memiliki karakter, tanggung jawab, integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Orangtua Harus Hadir dalam Pendidikan Anak
Maya Rumantir menilai, orangtua harus mengambil bagian secara aktif dalam perjalanan pendidikan anak.
Kehadiran orangtua bukan hanya dalam bentuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan, tetapi juga melalui pendampingan, perhatian dan keteladanan.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebijakan pendidikan keluarga pemerintah yang menempatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.
Pendidikan dalam keluarga dinilai menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter maupun prestasi akademik anak.
Karena itu, orangtua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui perkembangan pendidikan mereka serta menciptakan suasana rumah yang mendukung proses belajar.
Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan
Bagi Maya Rumantir, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.
Pandangan itu pernah disampaikannya ketika menghadiri kegiatan pendidikan anak di Jakarta.
Maya menegaskan bahwa setelah seorang anak menyelesaikan satu jenjang pendidikan, tanggung jawab orangtua belum berakhir.
Orangtua tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesempatan kepada anak memperoleh bekal pendidikan setinggi mungkin.
Pendidikan, dalam konteks tersebut, bukan hanya tentang mendapatkan ijazah atau mencapai nilai akademik.
Anak perlu dipersiapkan menjadi pribadi yang mampu menghadapi kehidupan, memiliki karakter serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Bukan Hanya Membiayai Pendidikan
Keterlibatan orangtua juga tidak seharusnya berhenti pada penyediaan biaya sekolah, buku, seragam maupun fasilitas belajar.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa orangtua memiliki tanggung jawab besar sebagai salah satu pilar pendidikan.
Kolaborasi antara keluarga dan sekolah diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.
Pendampingan sederhana seperti menemani anak belajar, membantu mengatur waktu, berdiskusi mengenai pelajaran serta memberikan dukungan emosional juga menjadi bagian penting dari keterlibatan orangtua.
Dengan demikian, keberhasilan pendidikan anak membutuhkan hubungan yang saling mendukung antara rumah, sekolah dan lingkungan sosial.
Keteladanan Dimulai dari Rumah
Hal lain yang tidak kalah penting adalah keteladanan.
Anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan orangtuanya, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari.
Karena itu, nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian dan penghormatan terhadap orang lain perlu terlebih dahulu dipraktikkan dalam kehidupan keluarga.
Kementerian Pendidikan juga menyebut orangtua sebagai pendidik pertama dan utama dalam pembentukan pribadi dan karakter anak.
Keberhasilan pendidikan orangtua sangat berkaitan dengan kecakapan serta pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.
Keluarga sebagai Barometer
Pandangan Maya Rumantir mengenai pentingnya keluarga juga terlihat dalam pernyataannya saat menghadiri pengukuhan dan perutusan pengurus Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, September 2026.
Saat itu, Maya Rumantir mengingatkan agar keluarga menjadi barometer dalam menjalankan pelayanan.
Menurutnya, tanggung jawab dan keteladanan harus terlebih dahulu tercermin dalam kehidupan keluarga sebelum diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Prinsip tersebut memiliki relevansi kuat dalam pendidikan anak, dimana keluarga menjadi ruang pertama tempat anak belajar mengenai nilai, tanggung jawab, hubungan sosial dan cara menghadapi kehidupan.
Dengan demikian, sekolah memberikan pengetahuan dan keterampilan, sementara keluarga memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan, karakter dan nilai yang menyertai anak dalam perjalanan hidupnya.
Pada akhirnya, pendidikan anak membutuhkan keterlibatan bersama.
Sekolah memiliki tanggung jawab mendidik, guru menjalankan proses pembelajaran, sementara orangtua memastikan nilai-nilai pendidikan terus hidup dalam keseharian anak di rumah.
Bagi Maya Rumantir, investasi pendidikan pada anak pada akhirnya bukan hanya investasi untuk masa depan satu keluarga, tetapi juga bagian dari mempersiapkan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa
