Minahasa

Pembangunan Lintas Sektor di Minahasa Harus Ditopang ASN Berkualitas, Kompeten dan Berkarakter

Pembangunan Lintas Sektor di Minahasa Harus Ditopang ASN Berkualitas, Kompeten dan Berkarakter
Sekda Lynda Watania

Penulis: Frangki Wullur | Tondano

Pembangunan lintas sektor di Kabupaten Minahasa membutuhkan dukungan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kualitas kerja, kompetensi yang memadai serta karakter dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Kualitas sumber daya aparatur menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan berbagai program pemerintah daerah dapat berjalan efektif, terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania, menekankan pentingnya penguatan kapasitas ASN seiring dengan semakin kompleksnya tuntutan pembangunan daerah.

Menurut Lynda, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada perencanaan dan ketersediaan anggaran.

Pelaksana pemerintahan juga harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan kebijakan menjadi program yang efektif serta mampu memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.

“Pembangunan lintas sektor membutuhkan aparatur yang berkualitas, kompeten dan memiliki karakter. Ketiga hal ini harus berjalan bersama karena kemampuan teknis tanpa integritas akan kehilangan arah, sementara karakter yang baik harus didukung oleh kompetensi agar dapat diwujudkan dalam kinerja yang nyata,” ujar Lynda.

ASN Berkualitas: Fondasi Pelaksanaan Pembangunan

Kualitas ASN pertama-tama berkaitan dengan kemampuan aparatur menghasilkan kinerja yang sesuai dengan tugas, fungsi dan target organisasi.

ASN yang berkualitas dituntut mampu memahami arah kebijakan pemerintah daerah, bekerja berdasarkan perencanaan serta menghasilkan pelayanan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Dalam kerangka manajemen ASN, pengembangan kualitas aparatur juga berkaitan dengan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi, pengembangan karier dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menempatkan pengembangan manajemen talenta sebagai bagian penting dalam transformasi manajemen ASN.

Penempatan aparatur didorong dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas dan kebutuhan organisasi.

Bagi pemerintah daerah, prinsip tersebut menjadi penting karena pembangunan Minahasa melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, pariwisata, sosial hingga pelayanan administrasi masyarakat.

Lynda menilai kualitas ASN harus terlihat dari hasil kerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kualitas aparatur bukan hanya dilihat dari latar belakang pendidikan atau jabatan, tetapi dari bagaimana seorang ASN mampu melaksanakan tugas dengan baik, memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

ASN Kompeten: Mampu Menjawab Tantangan Pembangunan

Kompetensi menjadi unsur kedua yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas aparatur.

Perubahan tata kelola pemerintahan, digitalisasi pelayanan, kebutuhan pengelolaan data serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan transparan membuat ASN dituntut terus meningkatkan kemampuan.

Standar kompetensi ASN juga mencakup kemampuan menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik secara profesional, transparan, objektif, netral dan