
Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang
Penulis: Frangki Wullur | Tondano
Kamis (5/11/2026), Kabupaten Minahasa memperingati hari jadinya yang ke-598 tahun.
Sebuah perjalanan sejarah yang panjang, melewati berbagai zaman, pergantian kepemimpinan, dinamika sosial, hingga perkembangan pembangunan yang membentuk wajah Minahasa seperti sekarang.
Usia 598 tahun bukan sekadar angka untuk dirayakan.
Di balik perjalanan panjang tersebut, terdapat warisan sejarah, budaya, nilai perjuangan, serta tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Minahasa terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.
Peringatan tahun ini semestinya menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang sudah dikerjakan, apa yang telah dicapai, dan terutama apa yang masih harus diperjuangkan.
Di tengah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, masyarakat tentu menaruh harapan agar berbagai agenda pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, seremoni, maupun laporan administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ada sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat.
Pendidikan: Jangan Ada Anak Minahasa yang Tertinggal
Pendidikan merupakan investasi paling penting dalam membangun masa depan daerah. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas yang berkelanjutan.
Pekerjaan rumahnya bukan hanya membangun atau memperbaiki gedung sekolah, tetapi juga memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas, pemerataan distribusi guru, peningkatan kompetensi, sarana pembelajaran yang memadai, serta akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak.
Masih diperlukan perhatian terhadap kondisi sekolah di wilayah pedesaan, fasilitas sanitasi, perpustakaan, laboratorium, akses teknologi, hingga kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan digital.
Pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan karakter, literasi, numerasi, keterampilan vokasi, dan pendidikan berbasis potensi lokal.
Pertanyaan reflektifnya: apakah setiap anak Minahasa, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan tempat tinggalnya, sudah mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama baiknya?
Kesehatan: Pelayanan yang Dekat, Cepat dan Merata
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan.
Keberadaan rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan.
Pembangunan dan pengembangan RSUD Sam Ratulangi Peleloan, termasuk penguatan fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat di Tompaso, harus diarahkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pekerjaan rumah lainnya adalah pemerataan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, pelayanan ibu dan anak, penanganan stunting, kesehatan lansia, kesehatan mental, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.
Jangan sampai masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan mengalami kesulitan hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.
Kesehatan tidak boleh menjadi pelayanan yang mudah dijangkau hanya oleh masyarakat perkotaan.
Pariwisata: Potensi Besar yang Harus Menghasilkan Kesejahteraan
Minahasa memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang menjadi modal besar untuk pengembangan pariwisata.
Danau Tondano, kawasan pegunungan, objek wisata alam, situs sejarah, Benteng Moraya, hingga kekayaan tradisi dan budaya masyarakat merupakan aset yang patut dikembangkan secara serius.
Namun, pekerjaan rumah sektor pariwisata tidak cukup hanya menyelenggarakan festival, karnaval, atau kegiatan promosi.
Pemerintah perlu memastikan adanya penataan kawasan wisata, kebersihan lingkungan, akses jalan, fasilitas umum, informasi wisata, keamanan, serta pengelolaan destinasi yang profesional.
Danau Tondano harus mendapatkan perhatian serius. Persoalan sedimentasi, eceng gondok, pencemaran, kerusakan lingkungan, dan penurunan kualitas ekosistem membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan.
Pariwisata juga harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar melalui pengembangan UMKM, kuliner lokal, homestay, jasa wisata, serta ekonomi kreatif.
Keberhasilan pariwisata tidak semata-mata diukur dari banyaknya acara yang diselenggarakan, tetapi dari meningkatnya kunjungan, lama tinggal wisatawan, perputaran ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pertanian: Menjaga Minahasa sebagai Daerah Agraris
Pertanian masih menjadi salah satu penopang kehidupan ekonomi masyarakat Minahasa.
Lahan pertanian yang subur, komoditas hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan merupakan potensi yang harus terus diperkuat.
Namun, petani masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari harga komoditas yang tidak stabil, mahalnya sarana produksi, keterbatasan akses pasar, perubahan iklim, hingga persoalan regenerasi petani.
Pemerintah perlu memperkuat pendampingan kepada petani, penyediaan benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, irigasi, akses pembiayaan, serta kepastian pemasaran hasil produksi.
Pengembangan pertanian juga perlu diarahkan pada hilirisasi. Jangan sampai Minahasa hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, sementara nilai tambah ekonominya dinikmati pihak lain.
Generasi muda perlu didorong untuk melihat pertanian sebagai sektor usaha modern yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan warisan orang tua.
Infrastruktur: Pemerataan Pembangunan Sampai ke Desa
Pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Jalan kabupaten, jalan penghubung antardesa, jembatan, drainase, irigasi, jaringan air bersih, penerangan jalan, serta infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi harus mendapatkan perhatian secara proporsional.
Pekerjaan rumah yang perlu dijawab adalah pemerataan kualitas infrastruktur.
Jangan sampai pembangunan terlihat baik di pusat kota, tetapi masyarakat di wilayah pinggiran masih menghadapi jalan rusak, keterbatasan air bersih, dan akses transportasi yang sulit.
Peresmian Perumda Rano Manguni menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan air bersih.
Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan keberlanjutan pasokan, kualitas air, pemerataan jaringan distribusi, dan keterjangkauan pelayanan.
Infrastruktur bukan sekadar proyek fisik dan angka realisasi anggaran. Infrastruktur harus mampu memperlancar aktivitas ekonomi, meningkatkan konektivitas, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Budaya dan Sejarah: Jangan Kehilangan Identitas di Tengah Modernisasi
Minahasa memiliki kekayaan budaya yang tidak boleh sekadar ditampilkan ketika perayaan hari jadi daerah atau festival tertentu.
