Namun cuaca buruk rupanya tak mampu mengurangi semangat para pendukung.
Tak ada yang beranjak pulang, mereka tetap berjalan bersama calon yang mereka dukung hingga kegiatan berakhir.
“Ndak ada yang boleh mo pele pa Nico. Biar ujang badai lei, torang mo kawal sampe jadi Kumtua,” teriak salah seorang pendukung dengan penuh semangat.
Bagi banyak warga yang hadir, kegiatan itu bukan sekadar kerja bakti.
Kehadiran ratusan orang yang tetap bertahan meski diguyur hujan menjadi gambaran kuat tentang soliditas dukungan yang kini mengalir kepada calon nomor urut dua tersebut.
Tim pemenangan Nicolaus Tangapo menilai antusiasme masyarakat terus mengalami peningkatan menjelang hari pemungutan suara.
“Belakangan ini semakin banyak pemilih mengambang yang sudah menentukan sikap dan merapat ke nomor dua. Itu tandanya mereka yakin dengan visi dan misi Bro Nico, calon yang dipercaya bisa membawa perubahan,” kata Donald Taliwongso.
Di tengah gelombang dukungan yang terus mengalir, Nicolaus Tangapo mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir.
Pasalnya, sebagian pendukungnya adalah para lansia, bahkan tak sedikit oma-oma yang turut mengawal dirinya selama tahapan Pilhut, seperti saat kerja bakti kali ini.
Baginya, kepercayaan yang diberikan warga menjadi energi tambahan untuk terus melangkah dan memperjuangkan kemajuan desa.
“Terima kasih atas dukungan warga, khususnya yang ikut ambil bagian hari ini. Walau diguyur hujan tetap semangat sampai akhir. Dukungan seperti inilah yang akan saya pegang teguh. Saya sangat siap berkompetisi dalam Pilhut nanti,” ujar Bro Nico.
Meski optimistis menghadapi pesta demokrasi desa, Bro Nico tetap mengingatkan seluruh pendukungnya untuk menjaga suasana yang aman dan damai.
Menurutnya, persaudaraan harus tetap menjadi prioritas, siapa pun pilihan politik masing-masing.
“Jangan terprovokasi. Mari sama-sama menjaga desa tercinta ini. Pilhut yang aman dan damai akan menjadi fondasi kuat untuk membangun desa ke depan. Ingat, torang samua basudara,” pungkasnya.
Di penghujung masa kampanye, pesan itu terasa sederhana namun kuat bahwa persaingan boleh berlangsung, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama.
