
Penulis: Jhonli Kaletuang I Manado
Organisasi Masyarakat Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia (KKNUI) menjadi organisasi kemasyarakatan pertama yang turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan kepada masyarakat di tiga pulau terluar yang terdampak bencana, yakni Pulau Matutuang, Pulau Kawio, dan Pulau Marore.
Berdasarkan data yang diterima, jumlah warga terdampak mencapai 150 kepala keluarga (KK), terdiri dari 36 KK di Matutuang, 77 KK di Kawio, dan 37 KK di Marore.
Bentuk bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan kopi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak pascagempa.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua Umum KKNUI, Dr. Hendrik Manossoh, yang bersama jajaran pengurus turun mengunjungi lokasi terdampak.
Turut mendampingi dalam misi kemanusiaan tersebut Sekretaris Jenderal N. Piter Sasundame, Wakil Sekretaris Jenderal Andy Gansalangi, serta anggota KKNUI Rusli Marapil.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Camat Marore.
Kehadiran rombongan KKNUI disambut hangat masyarakat setempat. Selain menyerahkan bantuan logistik, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah bencana.
Ketua Umum KKNUI Dr. Hendrik Manossoh menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas nyata kepada masyarakat Nusa Utara yang sedang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini. Bantuan yang diberikan mungkin tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Langkah cepat KKNUI sebagai organisasi kemasyarakatan pertama yang menyalurkan bantuan di lokasi terdampak mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Diharapkan, aksi kemanusiaan tersebut dapat menginspirasi berbagai pihak lainnya untuk turut membantu warga yang terdampak gempa di wilayah perbatasan tersebut.
