
Penulis : Ivan Xaverius | Sangihe
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin (15/6/2026) pukul 16.18.40 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,99° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur, atau sekitar 143 kilometer di utara Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 93 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina.Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan sesar geser naik (oblique thrust fault).
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe, antara lain Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
“Hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa bumi tersebut,” ujar BMKG dalam keterangannya.
Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG juga menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Selain itu, hingga pukul 16.35 WIB, pemantauan BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.(*)
