Berita Utama

Hattrick Sang Raja!

Hattrick Sang Raja!
Lionel Messi. Foto: Ist

Penulis: Alfrits Semen

Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Di hadapan puluhan ribu penonton di Kansas City, Rabu (17/6/2026), sang kapten Argentina tampil bak maestro yang tak kehilangan sentuhannya sedikit pun.

Tiga gol yang dicetaknya membawa Argentina menaklukkan Aljazair 3-0 pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026.

Ini adalah babak baru dalam kisah panjang seorang pemain yang telah menaklukkan hampir seluruh pencapaian di dunia sepak bola.

Perjalanan Messi di Piala Dunia dimulai pada 2006 saat ia masih remaja penuh mimpi.

Dua dekade kemudian, ia masih berdiri sebagai pemimpin Argentina di panggung terbesar sepak bola dunia.

Ia telah melewati berbagai fase, kegagalan di Jerman 2006, kekecewaan di Afrika Selatan 2010, final yang menyakitkan pada 2014, kritik tajam setelah 2018, hingga akhirnya mencapai puncak dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2022.

Kini, pada edisi 2026, Messi datang bukan hanya sebagai juara bertahan, tetapi sebagai simbol ketangguhan dan konsistensi.

Aljazair sebenarnya berusaha memberikan perlawanan, tetapi sepenuhnya milik Messi.

Gol pertama lahir melalui tembakan spektakuler yang langsung menjadi kandidat gol terbaik turnamen.

Gol kedua menunjukkan insting predatornya di kotak penalti, sementara gol ketiga menyempurnakan malam bersejarah dengan hattrick pertama Messi sepanjang kariernya di Piala Dunia.

Bagi sebagian pemain, mencetak satu gol di Piala Dunia sudah menjadi mimpi.

Messi mencetak tiga dalam satu malam.

Kemenangan atas Aljazair tidak hanya memberi tiga poin bagi Argentina, tetapi juga menghadirkan sederet rekor baru bagi Messi:

Pertama, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia.

Berikut, mencatatkan hattrick pertama dalam karier Piala Dunia.

Ia turut menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra setelah tambahan tiga gol tersebut.

Paling membanggakan, ia mencapai 200 penampilan internasional bersama Argentina, sebuah pencapaian yang hanya diraih segelintir pemain dalam sejarah sepak bola dunia.

Tak hanya itu, Messi menjadi pemain tertua yang masih mampu mendominasi pertandingan Piala Dunia dengan penampilan kelas dunia menjelang ulang tahunnya yang ke-39.

Meski Argentina kini memiliki generasi pemain berkualitas, Messi tetap menjadi pusat inspirasi tim.

Setiap sentuhan, umpan, dan pergerakannya mampu mengubah ritme pertandingan.

Saat peluit akhir berbunyi, skor memang menunjukkan Argentina menang 3-0.

Namun yang akan dikenang dunia adalah bagaimana seorang legenda kembali membuat sejarah di panggung yang sudah sangat akrab dengannya.

Kemenangan atas Aljazair menempatkan Argentina dalam posisi ideal untuk melangkah ke fase berikutnya.

Namun lebih dari itu, pertandingan ini mengirim pesan kuat kepada seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Lionel Messi belum selesai.

Di usia yang hampir menyentuh 39 tahun, sang kapten masih mampu menjadi pembeda, masih mampu mencetak hattrick, dan masih mampu membuat dunia sepak bola berhenti sejenak untuk menyaksikan keajaibannya.

Bagi Argentina, perjalanan mempertahankan gelar baru saja dimulai.

Bagi Messi, ini adalah kesempatan lain untuk menambah halaman emas dalam kisah yang sudah layak disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah olahraga.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara