Berita Utama

Ini Daftar Media di Indonesia Paling Dipercaya Versi Survei Oxford 2026 — Siapa Juaranya?

Infografis Reuters Institute Digital News Report 2026 tentang tingkat kepercayaan publik terhadap media di Indonesia. CNN Indonesia dan Kompas mencatat tingkat kepercayaan tertinggi sebesar 61 persen, diikuti Liputan 6 sebesar 59 persen, TVOne News dan TVRI News masing-masing 58 persen. Grafik juga menampilkan persentase netral dan tidak percaya untuk 15 merek media yang disurvei.
Infografis tingkat kepercayaan publik terhadap merek media di Indonesia berdasarkan Reuters Institute Digital News Report 2026. Data menunjukkan persentase responden yang menyatakan percaya (Trust), netral (Neither), dan tidak percaya (Don’t Trust) terhadap media yang mereka kenal.

Penulis: Tim Redaksi

Di tengah gelombang informasi yang semakin sulit disaring, masyarakat Indonesia ternyata masih memberikan kepercayaan yang berbeda-beda pada masing-masing outlet berita. Dan kini, untuk pertama kalinya di tahun 2026, ada data ilmiah dari lembaga internasional bergengsi yang mengukurnya secara resmi.

Reuters Institute for the Study of Journalism dari Universitas Oxford baru saja merilis Digital News Report 2026 — laporan tahunan hasil survei 96.000 lebih responden di 48 negara. Dalam laporan setebal 178 halaman itu, 16 merek media di Indonesia disurvei langsung untuk mengukur tingkat kepercayaan publik.

Hasilnya? Cukup mengejutkan sekaligus memberi gambaran nyata tentang lanskap kepercayaan media di Indonesia saat ini.

CNN Indonesia dan Kompas Paling Dipercaya

Dua media yang berbeda platform — satu televisi berita, satu grup multimedia — berbagi posisi puncak dengan skor kepercayaan yang sama persis.

CNN Indonesia dan Kompas sama-sama meraih skor kepercayaan 61% dari responden Indonesia. Hanya 5% yang menyatakan tidak mempercayai keduanya — persentase ketidakpercayaan terendah dari semua merek yang disurvei.

Ranking Lengkap Media di Indonesia Paling Dipercaya (Survei Oxford 2026)

Berikut peringkat lengkap berdasarkan persentase responden yang menyatakan “percaya” pada masing-masing media:

  1. CNN Indonesia – 61%
  2. Kompas – 61%
  3. Liputan 6 – 59%
  4. TVOne News – 58%
  5. TVRI News – 58%
  6. Detik.com – 57%
  7. RCTI News – 56%
  8. Tempo – 53%
  9. Other Local Television News – 52%
  10. Tribunnews – 50%
  11. Merdeka.com – 49%
  12. Sindonews.com – 48%
  13. Jawa Pos – 47%
  14. Kumparan.com – 47%
  15. Suara.com – 46%

Sumber: Reuters Institute Digital News Report 2026.

Catatan: Survei hanya mencakup merek yang secara eksplisit dimasukkan dalam daftar pertanyaan, bukan merupakan daftar media terpercaya atau tidak terpercaya secara keseluruhan.

TV Masih Mendominasi, Online Mulai Mengejar

Menarik dicermati dari ranking di atas: media televisi mendominasi posisi atas. CNN Indonesia, Liputan 6/SCTV, TVOne, dan TVRI semuanya masuk enam besar. Ini mencerminkan bahwa di benak masyarakat Indonesia, televisi masih identik dengan otoritas dan kredibilitas.

Namun Detik.com membuktikan bahwa media digital murni pun bisa bersaing — meraih skor 57% dan masuk enam besar, mengalahkan RCTI News, Tempo, dan seluruh media online lainnya.

Paradoks: Kepercayaan Merek Berbeda dengan Kepercayaan Media Secara Umum

Di sinilah temuan yang paling mengejutkan dari laporan Oxford ini.

Meskipun media-media di atas meraih skor kepercayaan yang relatif tinggi secara individual, kepercayaan masyarakat Indonesia pada media secara umum justru anjlok ke titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Hanya 32% warga Indonesia yang menyatakan percaya pada “sebagian besar berita sebagian besar waktu” — turun 4 poin persentase dari 36% pada 2025. Angka ini juga di bawah rata-rata global yang berada di 37%.

Laporan Reuters Institute menjelaskan paradoks ini dengan kesimpulan yang tajam: masyarakat Indonesia lebih tidak percaya pada ekosistem media secara keseluruhan, bukan pada outlet-outlet spesifik yang mereka kenal. Dengan kata lain, yang mereka curigai adalah “media pada umumnya” — bukan Kompas atau CNN Indonesia secara khusus.

Penyebabnya diduga kuat adalah menjamurnya apa yang dalam laporan ini disebut homeless media — situs-situs berita abal-abal yang menggunakan bot untuk mengambil konten dari media resmi, memanipulasinya, lalu menyebarkannya di media sosial. Fenomena ini membuat sebagian masyarakat kesulitan membedakan berita asli dari yang palsu.

Media Lokal: Tantangan Kepercayaan yang Nyata

Laporan Oxford ini memberikan perspektif penting bagi media-media lokal dan daerah di Indonesia. Dalam daftar survei, kategori “TV lokal lainnya” (yang mencakup stasiun berita daerah) meraih skor kepercayaan 52% — lebih tinggi dari Tempo, Tribunnews, atau media digital lainnya.

Ini sinyal positif: masyarakat masih memberikan kepercayaan yang cukup tinggi pada media lokal yang mereka kenal. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan kepercayaan itu di tengah banjir konten dari media abal-abal yang semakin sulit dibedakan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara