
Penulis: JenlyWenur | Manado
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ternyata memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan karier Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI Rano Tilaar.
Hal itu diungkapkannya saat memberikan kuliah umum bertema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikusumo Unsrat, Kamis (11/6/2026).
Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika Unsrat, Mayjen Rano Tilaar membuka paparannya dengan sebuah kisah pribadi yang membawanya kembali ke masa-masa persiapan mengikuti seleksi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), yang kini dikenal sebagai Akademi Militer.
“Ketika saya masih kelas 3 SMA dan mengikuti tes, saat itu masih disebut AKABRI, saya ditutor oleh para dosen Unsrat,” kenangnya.
Menurutnya, saat itu para calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara memiliki latar belakang pendidikan yang beragam.
Melihat kondisi tersebut, para dosen Unsrat berinisiatif memberikan pembekalan tambahan agar seluruh peserta memiliki kesiapan yang lebih baik saat mengikuti seleksi.
“Karena itu kami ditutor dan ditambah ilmunya, supaya saat mengikuti tes tidak ada anggapan bahwa tingkat pendidikan Sulut tertinggal. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Unsrat. Kalau saya bisa berdiri seperti saat ini, itu juga karena Unsrat,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Setelah berbagi kisah perjalanan hidupnya, Mayjen Rano kemudian mengajak mahasiswa memahami pentingnya geopolitik di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat.
Ia menjelaskan mulai dari pengertian geopolitik, sejarah perkembangannya, hingga bagaimana konsep tersebut diterapkan oleh berbagai negara dalam menjaga kepentingan nasional masing-masing.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki warisan yang patut dibanggakan, yakni Pancasila.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah.
Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah dunia, tidak sedikit negara yang memiliki kekuatan militer besar, namun akhirnya runtuh dan hilang dari peta dunia.
Mayjen Rano juga menekankan pentingnya generasi muda Sulawesi Utara memahami geopolitik.
Menurutnya, posisi geografis Sulut yang strategis membuat daerah ini memiliki potensi sekaligus tantangan yang perlu dipahami sejak dini.
“Kenapa generasi muda Sulut harus belajar tentang geopolitik? Karena letak strategis Sulut menyimpan potensi ancaman,” katanya.
Ia mencontohkan kedekatan wilayah Sulawesi Utara dengan Mindanao, Filipina Selatan, yang hingga kini masih menghadapi berbagai dinamika konflik dan persoalan keamanan.

Sementara itu, kehadiran Gubernur Akmil mendapat sambutan hangat dari Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, MEng, IPU, ASEAN Eng.
