Rosatom membangun 4 unit PLTN masing-masing berkapasitas 1200MW dengan tipe VVER/PWR di-Akkuyu, Turki Selatan, dimana dana pembiayaannya mayoritas (90%) dari Rosatrom. Dari catatan yang ada,setahu Penulis (bisa juga keliru), saat ini belum ada provider/produsen reaktor nuklir untuk PLTN berani menawarkan pembiayaan seperti Rosatom baik Areva dari Perancis, KHNP (Korea Hydro Nuclear Power) dari Korea Selatan, MHI (Mitsubishi Heavy Industry) dari Jepang, Westinghouse dan GE (General Electric), dari AS, AECL (Atomic Energy Canada Limited) dari Kanada.
Andalan reaktor nuklir Rusia adalah jenis VVER (VODO-VODYANOI ENERGETICHESKY REAKTOR).
Tipe reaktor VVER sama dengan tipe PWR, namun tipe PWR Rusia adalah asli disain Rusia yang dirintis dan dikembangkan oleh Kurchatov Institute sebelum 1970 mulai dari generasi pertama sampai kini mencapai generasi III+ (tiga plus).
Teknologi Generasi III+ VVER-1200 Rusia memenuhi standar keamanan tertinggi di dunia. Model yang akan dibangun di Akkuyu ini sudah dibangun dalam satu seri. Unit 6 dari PLTN Novovoronezh dan unit 1 dari PLTN Leningrad dibuat berdasarkan desain yang sama, dan saat ini telah berdiri dan berjalan. PLTN Novovoronezh dibuat dalam operasi komersial, sementara PLTN Leningrad baru saja diluncurkan pada Februari 2018.
“Operasi yang aman dan efisien dari unit-unit ini menggarisbawahi keandalan teknologi kami,” ujar Alexey Likhachev, Dirut Rosatom dalam keterangan resminya Kamis, 5 April 2018.
NPP Novovoronezh Unit 6 menggunakan teknologi Nuklir terbaru dengan tipe reaktor VVER 1200. PLTN ini merupakan PLTN dengan teknologi generation 3+ pertama di dunia, dengan masa hidup selama 60 tahun.
Sistem keamanan dan pengamanan dari teknologi VVER 1200 terdiri dari containment internal dan external, Barrier system terdiri dari fuel pellet, fuel pin cladding, primary circuit boundary, protective containment dan biological shield.
Dengan berbagai sistem perlindungan tersebut, PLTN Novovoronezh memiliki zero accident.
Di Rusia, selain Novovoronezh Unit 6 dan 7, proyek serupa sedang dikerjakan di Leningrad (2 unit) dan Baltic (2 unit). Dua lainnya dalam tahap desain, yakni PLTN Kursk (4 unit) dan Smolensk (2 unit). Setiap unit berkapasitas 1200 MW.
Dengan uraian diatas, berkaca dari pengalaman dan perkembangan teknologi reaktor nuklir buatan Rusia Generasi III+ untuk PLTN yang bisa beroperasi 60 thn dengan zero accident yang saat ini diluar Rusia sedang dibangun di Turki (mungkin juga di-negara lain), kiranya menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia, dan disisi lain bagaimana Rusia/Rosatom meyakinkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan teknologi reaktor nuklirnya yang mutahir, handal dan terbaik di-dunia dengan pendanaan yang mudah dibandingkan dengan negara-negara lain serta jaminan keselamatan dan usia operasinya.
Jakarta, 2 Juli 2022.
Drs. Markus Wauran
Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI
(Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia)
Baca juga:
- Catatan Markus Wauran: Suksesi Gubernur Sulawesi Utara 2024
- Catatan Markus Wauran: Indonesia dan Bulan Juni, Berkah dan atau Petaka
- Catatan Markus Wauran: Polemik Tentang Megawati Soekarnoputri dan BRIN
- Catatan Markus Wauran: Tantangan Olly – Steven Setelah Menang Mutlak pada Pilkada 9 Desember 2020
- Catatan Markus Wauran: Mengapa Memilih Olly Dondokambey – Steven Kandouw?
- Catatan Markus Wauran: Alm. Freddy Sualang Dimata Markus Wauran
