Nasional

Kecelakaan PLTN dan Pembangunan PLTN di Indonesia

Sadar akan berbagai kecelakaan PLTN sebagaimana diuraikan diatas, serta dalam rangka persiapan pembangunan PLTN di-Indonesia yang al akan mengganti peran dari energi fosil batubara yang akan berakhir tuntas pada 2060 yad, maka Indonesia saatnya harus mampu dan cerdas memilih antara Generasi III+ dan generasi IV yang terdiri dari 6 tipe tersebut diatas.

Dari 6 tipe tersebut, saat ini ada 3 pihak yang sedang mempersiapkan untuk pembangunannya di-Indonesia. Pihak pertama adalah BATAN (saat ini bernama ORGANISASI RISET TENAGA NUKLIR-ORTN) dengan tipe HTGR (=VHTR?) yang sudah pada tahap detail design dan dari pihak Swasta ada 2 perusahaan yaitu P.T. Thorcon Power Indonesia(TPI) dengan tipe MSR dan PT BATOM TECHNOLOGY dengan tipe MSR.

Sayang proyek BATAN(ORTN) tersebut saat in terhenti tanpa ada keputusan penyelesaian tuntas dari Pemerintah. Proyek ini adalah proyek BATAN(ORTN)/Pemerintah, bukan proyek perorangan dan karena itu seluruh warga BATAN/ORTN bertanggung-jawab untuk memperjuangkan penyelesaian proyek ini.

Proyek PT Thorcon Power Indonesia ini dengan tipe MSR, diperhitungkan akan menjadi pelopor pertama untuk hadirnya PLTN pertama di-Indonesia, dimana jika programnya berjalan lancar, akan beroperasi secara komersial pada tahun 2028.

PT BATOM TECHNOLOGY bekerja sama dengan Moltex, Inggris, didukung oleh tenaga-tenaga ahli pensiunan BATAN yang berpengalaman dalam pembangunan 3 reaktor nuklir di Indonesia. masih mencari partner pendukung dana di-Indonesia.

Kehadiran PT TPI dan PT BATOM TECHNOLOGY ini menjadi tantangan dan pemicu bagi BUMN dan atau Swasta Indonesia untuk bergerak di-bidang pembangunan energi nuklir yang menghasilkan listrik karena peluangnya kini dan masa depan sangat menjanjikan.

Jakarta, 12 Oktober 2021.

Penulis: Markus Wauran
Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI

Baca juga:

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara