- FUKUSHIMA-LEVEL 7-2011:
Gempa bumi yang berkekuatan 9,0 magnitude melanda Jepang pada 11 Maret 2011, melepaskan tsunami yang berkontribusi terhadap 18.000 korban bencana dan memicu bencana nuklir terburuk didunia sejak Chernobyl 25 tahun sebelumnya. PLTN Fukushima Daiichi menampung enam unit reaktor air mendidih(BWR) yang terpisah dipantai pasifik, dilindungi tembok laut sepanjang 33 kaki.
Segera setelah gempa bumi melanda, semua reaktor yang beroperasi ditutup dan generator diesel mengambil alih tugas pendinginan. Tsunami yang menyapu tembok laut, membanjiri ruang bawah tanah dan melumpuhkan generator. Kelebihan panas menyebabkab kehancuran 3 unit reaktor, melepaskan bahan radioaktif dan menyebabkab evakuasi sekitar 100.000 orang penduduk. Diperkirakan bahwa pembongkaran reaktor yang hancur akibat tsunami akan memakan waktu hingga 40 tahun.
Disamping 10 kecelakaan tersebut, kemungkinan masih ada juga yang tidak ter-expose karena berbagai pertimbangan dari Negara bersangkutan.
Belajar dari Tragedi Fukushima tersebut, maka IAEA(International Atom Energy Agency) mengeluarkan Technical Document No. 1785 tahun 2016, yang menegaskan bahwa untuk menanggulangi kecelakaan tersebut, diperlukan penyempurnaan dan perbaikan teknologi PLTN yang meliputi:
- Design and Siting (desain dan pemilihan tapak); 2. On Site Emergency Preparedness and Response (Tangap dan kesiapsiagaan kondisi darurat di dalam area tapak); 3. Off Site Emergency Preparedness and Response (Tangap dan kesiapsiagaan kondisidarurat di luar area tapak); 4. Peningkatan dan penyempurnaan infrastruktur keselamatan nuklir (nuclear safety infrastructures).
Secara teknis perlunya peningkatan dan penyempurnaan Engineered Safety Features (ESF) design PLTN, belajar dari kecelakaan Fukushima Daiichi tersebut.
Sampai dengan saat ini Teknologi PLTN yang beroperasi telah mencapai Generasi III+ merupakan PLTN desain maju – evolusionari (Advanced and Evolutionary designs) yang telah menerapkan penyempurnaan desain dari teknologi yang telah terbukti aman dan selamat(proven technology).
Website Wikipedia menjelaskan PLTN per generasi sbb.:
PLTN Generasi ke-II dibangun pada thn 1970’an sampai akhir tahun 1990’an dengan tipe PWR, CANDU, BWR, AGR, VVER, dan PLTN tipe ini yang sedang ber-operasi diberbagai negera didunia yang jumlahnya meliputi 400’an unit.
PLTN generasi III adalah reaktor daya generasi lanjut (advanced) yang mengalami perubahan desain evolusioner (perubahan yang tidak radikal) yang bertujuan untuk meningkatkan faktor keselamatan dan ekonomi PLTN. PLTN generasi III banyak dibangun di-negara-negara Asia Timur.
Salah satu contoh dari PLTN generasi III adalah tipe ABWR (ADVANCED BOILING WATER REACTOR) yang antara lain dibangun tahun 1980 di Jepang yaitu PLTN Kashiwazaki-Kariwa unit 6. Reaktor Generasi III sudah mulai menggunakan sistem keselamatan pasif, yaitu reaktor didesain untuk dapat stabil dengan sendirinya tanpa memerlukan sumber energi listrik eksternal. Sampai saat ini, belum ada satupun reaktor Generasi III yang mengalami kecelakaan.
PLTN ini dapat dimatikan dengan selamat pada dua gempa besar yang dialami Jepang pada tahun 2007 dan 2011. Pengembangan PLTN generasi III terus berlanjut dan bersamaan dengan itu dilakukan perbaikan desain yang evolusioner untuk meningkatkan faktor ekonomi dengan cukup signifikan.
Perubahan terhadap PLTN generasi III menghasilkan PLTN generasi III+(tiga plus) yang lebih ekonomis dan dapat dibangun tanpa harus menunggu periode R&D yang lama. PLTN generasi III+ menjadi suatu pilihan untuk pembangunan PLTN yang akan dilakukan dari sekarang hingga tahun 2030.
PLTN Generasi III+ antara lain prototipe pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia yang bernama BN-800, mulai beroperasi dengan kapasitas 100% untuk pertama kalinya, bersamaan dengan terhubungnya reaktor nuklir inovatif Rusia generasi III+ ke jaringan listrik nasional.
Reaktor cepat Neutron BN-800, yang diproyeksikan menjadi prototipe tercanggih dari tipe reaktor komersial Generasi III+ ini mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 2016.
Para pakar menilai, unit daya dengan Reaktor neutron cepat memberikan dampak besar dalam pengembangan energi nuklir. Dengan begitu dimungkinkan untuk secara signifikan memperluas basis bahan bakar dari energi nuklir dan juga untuk mengurangi volume limbah radioaktif melalui penerapan siklus bahan bakar nuklir tertutup.
Reaktor Nuklir inovatif Rusia generasi III+ yang didesain sesuai dengan seluruh persyaratan keamanan pasca insiden Fukushima telah berhasil terkoneksi pada jaringan listrik nasional dan menghasilkan 240 MW tenaga listrik. Rosatom menyatakan bahwa pada tanggal 5 Agustus 2016, selama 3 jam 35 menit (salah satu rentang waktu operasi yang paling penting dan kritis pada tahap awal) percobaan dilakukan pada Unit 6 VVER-1200, yaitu percobaan pengalihan generator ke sistem jaringan listrik.
Reaktor inovatif Generasi III+ ini menunjukkan perbaikan parameter kinerja, mereka benar-benar aman dalam pengoperasiannya dan sepenuhnya memenuhi persyaratan keamanan terbaru Badan Energi Atom Internasional pasca insiden Fukushima. Terdiri dari sejumlah besar sistem keselamatan pasif yang dapat berfungsi bahkan dalam kasus pemadaman listrik total dan berjalan tanpa campur tangan operator, selain itu Unit 6 dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Novovoronezh ini menggunakan sistem pembuangan panas pasif dari reaktor, Recombiners Hidrogen dan Core Catcher, yang unik dan satu satunya di seluruh dunia.
PLTN Generasi IV adalah reaktor daya hasil pengembangan inovatif dari PLTN generasi sebelumnya. PLTN Generasi IV terdiri dari enam tipe reaktor daya yang diseleksi dari sekitar 100 buah desain. Kriteria seleksi adalah aspek ekonomi yang tinggi, tingkat keselamatan lanjut, menghasilkan limbah dengan kuantitas yang sangat rendah, dan tahan terhadap aturan NPT.
PLTN Generasi IV dirancang tidak hanya berfungsi sebagai instalasi pemasok daya listrik saja, tetapi dapat pula digunakan untuk pemasok energi termal kepada industri proses. Oleh karena itu PLTN Generasi IV tidak lagi disebut sebagai PLTN, tetapi disebut sebagai Sistem Energi Nuklir (Nuclear Energy System-NES). Ada enam tipe dari reaktor daya Generasi IV yaitu: Very High Temperature Reactor (VHTR), Sodium-cooled Fast Reactor (SFR), Gas-cooled Fast Reactor (GFR), Liquid Metal Cooled Fast Reactor (LFR), Molten Salt Reactor (MSR), dan SuperCritical Water-cooled Reactor (SCWR). Pengembangan Generasi ke-IV ini masih dalam tahap research and development (sumber: website Wikipedia).
Khusus PLTN Generasi ke-IV, ada suatu grup yang sedang mengkajinya. Grup ini bernama GIF(GENERATION IV INTERNATIONAL FORUM), yang didirikan pada tahun 2001 dan terdiri dari 13 negara yaitu: Argentina, Australia, Brasil, Canada, Cina, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Afrika Selatan, Swiss, Inggris dan AS. Grup ini sedang melanjutkan pengkajiannya dari berbagai aspek. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa sistem dan teknologi PLTN Generasi IV menawarkan kemajuan yang signifikan dalam hal keberlanjutan, keandalan dan keselamatan, ekonomi, pencegahan pemanfaatan senjata nuklir dan proteksi fisik. Pemanfaatan PLTN Generasi IV atau Sistim Energi Nuklir(SEN) ini direncanakan akan masuk dalam industri komersial pada tahun 2030.
