“karena setitik nilai, rusak susu sebelanga” atinya dengan kesalahan kecil kita akan menanggung sesuatu besar dikemudian hari.
Kitab Pengkhotah memang agak sulit di cerna tetapi mempunyai daya tarik yang kuat dan cerdas.
Pengkhotbah atau “Qohelet” (ibrani: Qahal) artinya kumpulan umum dimana segala tulisan ini memiliki bentuk “eristik” (pertengkaran) yang membicarakan secara umum yang dimulai pada prinsip-prinsip mereka sendiri yaitu “kosmos” (dunia).
Pengkhotbah lebih mengkritik pandangan sekularisme terlebih didalam agama, tetapi bagaimana agama menjadi pencerahan didalam sekularisme (Politik).
Pengkhotbah walau berbicara dengan bahasa “negatip” namun bersifat “apologetis”dimana realitas umum itu memiliki “transendensi (5:2) yaitu kekuatan Allah. Kita di panggil untuk berpikir terhadap realitas manusia.
Menjadi bijak (berhikmat) kita dapat belajar seumur hidup, tetapi menjadi bodoh kita dapat belajar sepenggal menit pun.
Oleh sebab itu orang bodoh bisa berada pada orang yang berpendidikan itulah orang bebal yakni “mengabaikan” hikmat dan kebaikan Tuhan (amsal 1:7) Orang bebal adalah orang yang sukar mengerti, tidak kritis dan tidak cepat menanggapi, bodoh (kamus).
Batusaiki akhir Juli 2020
Pdt Lucky Rumopa
Baca juga renungan Kristen lainnya:
- Renungan Kristen: Bukalah Topeng memandang TUHAN
- Renungan Kristen: “Gaya kambing or Domba”
- Renungan Kristen: Ketenangan, Kunci Sukses
- Renungan Kristen: Bantuan Rasa “Ikhlas”
- Renungan Kristen: Bersuka Citalah di Dalam Tuhan
- Refleksi Iman: “Jangan Terbawa Arus” (Kitab Ibrani 2:1-4)
