
Manado – Tiga perayaan keagamaan besar – Tahun Baru Imlek, Pra-Paskah Minggu Sengsara, dan Ramadan – berlangsung bersamaan di Sulawesi Utara, menandai momen syukuran setahun pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang dinilai sarat makna keberagaman.
Fenomena langka itu disebut baru terjadi pertama kali sejak tahun 1863 dan diperkirakan tidak akan berulang hingga tahun 2189.
Di tengah momentum bersejarah itulah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar syukuran atas satu tahun perjalanan kepemimpinan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pendeta Lucky Rumopa, menyebut momentum ini sebagai berkah tersendiri bagi daerah yang dikenal dengan semboyan hidup rukun.
“Ini patut disyukuri dalam bingkai tahun pertama memerintah Sulut yang sarat makna dengan momentum keberagaman,” ujar Pdt. Lucky Rumopa.
Ia juga mengaitkan semangat kebersamaan lintas agama ini dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan nilai-nilai spiritual di antara pemeluk agama.
“Sesuai dengan program Prabowo menjadikan nilai spiritual yang kuat di antara pemeluk agama, pengendalian diri serta semangat bersama dengan pemerintah untuk mendukung program-programnya,” tambahnya.
Pdt. Lucky Rumopa juga memberikan penilaian positif terhadap karakter kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dalam menjaga harmoni sosial di Sulut.
“Gubernur Yulius Selvanus adalah figur plural yang kuat dalam menyatukan perbedaan-perbedaan yang patut didukung untuk menjadikan Sulut semakin kuat,” tegasnya.
FKUB Sulawesi Utara menyatakan harapan besar agar pemerintahan Yulius Selvanus terus menjadikan Sulut sebagai daerah yang sejuk, kuat, dan diberkati – dengan kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
(rds)
