Agama dan Pendidikan

Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa Tegaskan Dukungan kepada Gubernur Yulius Selvanus, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Tolak Politisasi SARA

Gubernur Yulius Selvanus (insert Pdt Lucky Rumopa).
Gubernur Yulius Selvanus (insert Pdt Lucky Rumopa).

MANADO, BeritaManado.com — Dalam Musyawarah Daerah Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Sulawesi Utara yang digelar pada 14 November lalu di Graha Bumi Beringin, Manado, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan menolak politisasi suku dan agama dalam kancah politik daerah.

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa politik yang divisualisasikan sebagai alat pemecah belah berdasarkan suku dan agama adalah hal yang harus dijauhkan demi menjaga persatuan dan kemajuan daerah.

Ia juga mengkritik manuver politik yang mulai muncul terlalu dini menjelang Pilkada, yang menurutnya seharusnya belum menjadi fokus utama saat ini.

“Bapak saya Toraja, ibu saya Minahasa jelas, ada dalam diri saya. Masa diadu-adu, nggak bisa. Jangan membawa suku dalam perpolitikan. Jangan membawa agama dalam perpolitikan,” kata Yulius.

Gubernur Yulius menambahkan bahwa akan berdosa jika mengingkari darah yang mengalir dalam tubuhnya.

“Berdosa kita kalau mengingkari darah yang mengalir dalam diri kita. Jabatan itu nggak akan lama, paling 5 tahun, kalau Tuhan ijinkan saya gubernur lagi ya 10 tahun,” kata Gubernur Yulius.

Ia menerangkan ingin menjalani masa jabatan selama lima tahun saja.

“Tapi 5 tahun, saya ingin berbuat yang terbaik bagi Sulawesi Utara,” tegas Gubernur.

Mendukung penuh pernyataan gubernur, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pdt Lucky Rumopa, menegaskan bahwa kerukunan antar umat beragama dan antar suku yang telah menjadi kekayaan budaya Sulut perlu terus dipertahankan.

“Kerukunan adalah fondasi utama yang mengokohkan Sulawesi Utara sebagai daerah yang damai dan harmonis. Mari kita jauhi politisasi berbasis identitas yang hanya akan merusak persatuan kita,” kata Pdt Rumopa.

Gubernur Yulius bersama Pdt Rumopa dan para tokoh lainnya mengajak seluruh warga Sulut untuk bersatu membangun daerah tanpa terjebak dalam isu-isu perpecahan berbasis identitas.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi ini, Sulawesi Utara diharapkan dapat tetap menjadi contoh daerah yang harmonis sekaligus terus maju dan berkembang.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara