
Penulis: Tim Redaksi
Sidang House of Commons, parlemen Inggris di Palace of Westminster, punya sejumlah tradisi yang jarang diketahui publik luas.
Sejumlah kebiasaan ini diamati langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Medy Lensun, S.T., saat mengikuti sidang pada Rabu (8/7/2026), dan ditulisnya dalam buku Westminster.
1. Tidak ada ketukan palu
Berbeda dengan banyak forum sidang, House of Commons tidak pernah menggunakan ketukan palu untuk menertibkan ruangan.
Ketertiban berjalan lewat kepatuhan pada tata tertib yang sudah mengakar selama ratusan tahun.
2. Anggota wajib berdiri sebelum bicara
Setiap anggota yang ingin berbicara harus berdiri lebih dulu sebagai isyarat kepada Speaker.
Yang menentukan siapa berbicara bukan siapa yang paling keras suaranya, melainkan keputusan Speaker.
3. Jarang menyebut nama partai
Anggota parlemen lebih sering saling menyapa dengan nama daerah pemilihan (constituency) ketimbang nama partai politiknya, menegaskan bahwa mandat utama seorang legislator berasal dari rakyat pemilihnya.
4. Pemerintah dan oposisi duduk berhadapan
Tata ruang sidang sengaja dirancang saling berhadapan, bukan setengah lingkaran, agar pemerintah selalu siap mempertanggungjawabkan kebijakannya langsung di hadapan oposisi.
5. Seruan “Hear, hear!” pengganti tepuk tangan
Dukungan terhadap argumen pembicara tidak diungkapkan lewat tepuk tangan, melainkan seruan “Hear, hear!” — tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun.
Lihat:
- Dua Legislator Sulut Saksikan Langsung Sidang Parlemen Inggris di House of Commons
- Rocky Wowor Raih MBA Distinction di Cambridge, Medy Lensun: Jadi Inspirasi bagi Kader PDI Perjuangan
