Politik dan Pemerintahan

5 Tradisi Unik Parlemen Inggris: Tanpa Ketuk Palu, Anggota Wajib Berdiri sebelum Bicara

Rocky Wowor dan Medy Lensun berfoto di Westminster Hall, aula bersejarah di dalam Istana Westminster atau Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris.
Rocky Wowor (kanan) dan Medy Lensun berada di Westminster Hall, aula bersejarah di dalam Istana Westminster (Palace of Westminster), kompleks Gedung Parlemen Inggris di London.

Penulis: Tim Redaksi

Sidang House of Commons, parlemen Inggris di Palace of Westminster, punya sejumlah tradisi yang jarang diketahui publik luas.

Sejumlah kebiasaan ini diamati langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Medy Lensun, S.T., saat mengikuti sidang pada Rabu (8/7/2026), dan ditulisnya dalam buku Westminster.

1. Tidak ada ketukan palu

Berbeda dengan banyak forum sidang, House of Commons tidak pernah menggunakan ketukan palu untuk menertibkan ruangan.

Ketertiban berjalan lewat kepatuhan pada tata tertib yang sudah mengakar selama ratusan tahun.

2. Anggota wajib berdiri sebelum bicara

Setiap anggota yang ingin berbicara harus berdiri lebih dulu sebagai isyarat kepada Speaker.

Yang menentukan siapa berbicara bukan siapa yang paling keras suaranya, melainkan keputusan Speaker.

3. Jarang menyebut nama partai

Anggota parlemen lebih sering saling menyapa dengan nama daerah pemilihan (constituency) ketimbang nama partai politiknya, menegaskan bahwa mandat utama seorang legislator berasal dari rakyat pemilihnya.

4. Pemerintah dan oposisi duduk berhadapan

Tata ruang sidang sengaja dirancang saling berhadapan, bukan setengah lingkaran, agar pemerintah selalu siap mempertanggungjawabkan kebijakannya langsung di hadapan oposisi.

5. Seruan “Hear, hear!” pengganti tepuk tangan

Dukungan terhadap argumen pembicara tidak diungkapkan lewat tepuk tangan, melainkan seruan “Hear, hear!” — tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun.

    Lihat:

    BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara