
Penulis: Jhonli Kaletuang I Manado
Kiprah politisi muda asal Sulawesi Utara, Medy Lensun, ST, kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Wakil Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) yang juga merupakan pimpinan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur itu dipercaya memoderatori Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) yang digelar bekerja sama dengan ADKASI.
Forum akademik dan kebangsaan tersebut akan berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, dengan mengangkat tema strategis “Otonomi Daerah Berbasis Ke-Bhinnekaan”.
Tema tersebut dinilai sangat relevan di tengah tantangan pembangunan daerah, penguatan demokrasi lokal, serta upaya menjaga persatuan bangsa dalam bingkai keberagaman Indonesia.
Kepercayaan yang diberikan kepada Medy Lensun menjadi bukti semakin besarnya peran dan kontribusi generasi muda legislatif daerah dalam berbagai forum strategis nasional yang membahas arah pembangunan Indonesia ke depan.
Seminar tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., serta Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H.
Sebagai moderator, Medy Lensun akan memandu jalannya diskusi yang membahas berbagai isu penting terkait masa depan otonomi daerah, tata kelola pemerintahan, serta penguatan nilai-nilai kebhinnekaan dalam pembangunan nasional.
“Puji Tuhan, saya mendapat kepercayaan menjadi moderator dalam Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional bersama ADKASI. Ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari para akademisi, pakar, dan pemimpin nasional yang memiliki perhatian besar terhadap masa depan otonomi daerah di Indonesia,” ujar Medy.
Menurutnya, forum seperti ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan berbagai perspektif dari kalangan akademisi, pemerintah, legislatif, hingga praktisi pemerintahan daerah.
Dialog yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
Medy juga berharap seminar tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Mohon doa dan dukungan agar kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi daerah, bangsa, dan negara,” katanya.
Kehadiran Medy Lensun dalam posisi strategis sebagai moderator forum nasional ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Utara.
Di tengah pembahasan mengenai penguatan otonomi daerah dan keberagaman bangsa, keterlibatan putra daerah dalam ruang diskusi tingkat nasional menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin muda daerah kini semakin diperhitungkan dalam percaturan kebijakan nasional.
Seminar Nasional UNAS–ADKASI diharapkan menjadi wadah lahirnya berbagai rekomendasi dan gagasan yang mampu memperkuat pelaksanaan otonomi daerah yang demokratis, inklusif, dan tetap berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
