
Penulis: JenlyWenur | Manado
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bersama Kodam XIII/Merdeka terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan inovasi lingkungan di Kabupaten Kepulauan Talaud melalui program Karya Bakti 2026.
Kolaborasi di wilayah perbatasan utara Indonesia ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar air bersih, pemetaan energi terbarukan, hingga pengembangan material bangunan ramah lingkungan.
Hingga Senin (20/7/2026), Tim Dosen dan Mahasiswa Unsrat telah menyelesaikan survei geolistrik di 14 titik yang tersebar di Kecamatan Essang, Beo, dan Rainis.
Pengujian ini dilakukan untuk mendukung Korem 131/Santiago dalam menentukan lokasi pemboran sumur air bersih.
Kegiatan eksplorasi geolistrik tersebut dijadwalkan berlanjut hingga 23 Juli 2026 mendatang di wilayah Rainis dan Melonguane.
Selain penyediaan air bersih, tim gabungan juga mengeksplorasi potensi energi terbarukan berbasis mikrohidro di Air Terjun Makatara dan Air Terjun Ampa Doap.
Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, turun langsung ke lapangan memimpin survei pembangunan Jembatan Taloare serta rencana pengaspalan paving stone di Desa Bantik Lama, Kecamatan Beo.
Tak sekadar aksi fisik di lapangan, Unsrat turut menyumbang inovasi ilmiah lewat riset Genteng Komposit Berbahan Dasar Sabut Kelapa.
Riset yang kini diuji di Laboratorium Kimia FMIPA Unsrat tersebut memanfaatkan kandungan selulosa tinggi dari limbah sabut kelapa lokal untuk menciptakan material bangunan yang kuat, efisien, dan ramah lingkungan.
Sinergi ini makin terasa di tingkat desa, di mana para mahasiswa Unsrat yang tersebar di pelbagai posko kecamatan bahu-membahu bersama personel TNI dan warga setempat mempercepat pembangunan jalan desa.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen akademisi dan TNI dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di kawasan garda terdepan NKRI.
