Berita Utama

Inspiratif! Steven Kowaas, Penyandang Tunanetra Lulus S2 Ilmu Pemerintahan Unsrat dengan Predikat Cum Laude

Inspiratif! Steven Kowaas, Penyandang Tunanetra Lulus S2 Ilmu Pemerintahan Unsrat dengan Predikat Cum Laude
Steven Kowaas (kanan), bersama Ferry Liando selaku Dekan FISIP Unsrat.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Keterbatasan fisik terbukti bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengukir prestasi akademik tertinggi.

Hal ini ditunjukkan oleh Steven Kowaas, seorang penyandang tunanetra yang sukses menyelesaikan studi S2 di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Tepat pada Senin (20/7/2026), Steven resmi menyandang gelar Magister setelah berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Rino Rogi, Dr. Michael Mamentu, Dr. Buce Pati, dan Dr. Welly Waworundeng.

Menariknya, Steven berhasil menyelesaikan studinya kurang dari dua tahun, bahkan berhasil meraih predikat Cum Laude.

Dalam studinya di Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat, Steven mengangkat topik yang sangat dekat dengan latar belakangnya, yaitu ”Implementasi PKPU Nomor 12 Tahun 2024 Dalam Pemenuhan Hak Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Tikala Kota Manado Pada Pilkada 2024”.

Penelitian ilmiah ini disusun di bawah bimbingan langsung Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando.

Keberhasilan pria angkatan 2024 langsung banjir apresiasi dari kalangan dosen dan sesama mahasiswa.

Prestasi ini terbilang luar biasa, mengingat sebagian besar rekan seangkatannya belum menyelesaikan studi hingga saat ini.

Rekam Jejak dan Dedikasi

Di balik pencapaian akademiknya, Steven Kowaas yang lahir di Tondano pada 14 September 1989 ini memang dikenal sebagai sosok yang vokal memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di Sulawesi Utara, khususnya dalam sektor politik dan demokrasi.

Pria lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Manado bergelar Sarjana Sosial (S.Sos.) ini telah lama melanglang buana di berbagai organisasi sosial.

Ia tercatat pernah memimpin PERTUNI DPC Minahasa, menjadi Sekretaris PPDI Sulawesi Utara (2019-2024), hingga menjabat sebagai Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Sulut periode 2020-2025.

Dedikasinya tidak main-main. Pria yang kini berdomisili di Kelurahan Koya, Tondano Selatan ini merupakan salah satu sosok yang terlibat langsung dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulawesi Utara Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas.

Keahliannya di bidang aksesibilitas pemilu juga membuatnya kerap dipercaya menjadi narasumber oleh KPU, Bawaslu, hingga Pengadilan Negeri Tondano terkait penyediaan akomodasi yang layak bagi disabilitas.

Tak hanya itu, pada perhelatan Pilkada 2020 dan 2024, Steven bahkan dipercaya menjadi tim panelis dalam debat pasangan calon kepala daerah di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

Bagi Steven, gelar magister dan tesis yang disusunnya bukan sekadar pencapaian akademis pribadi, melainkan wujud sumbangan pemikiran nyata demi terwujudnya demokrasi yang inklusif dan berkeadilan di Bumi Nyiur Melambaikan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara