
Penulis: Tim Redaksi
Gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6) pagi menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar. Hingga laporan terbaru dari otoritas setempat, sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 134 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, dan langsung memicu respons dari berbagai lembaga penanggulangan bencana di Filipina. Besarnya magnitudo gempa membuat dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah sekitar, termasuk kota-kota berpenduduk padat.
Korban jiwa yang terus diperbarui menjadi perhatian utama pemerintah setempat. Selain menelan korban meninggal, gempa bumi ini juga menyebabkan ratusan warga membutuhkan penanganan medis.
Korban Gempa Bumi Filipina Terus Bertambah
Direktur Kantor Pertahanan Sipil setempat, Rodrigo Sosmena, mengungkapkan rincian korban yang telah teridentifikasi hingga saat ini.
Menurut Sosmena, dari 12 korban meninggal yang telah terkonfirmasi sebelumnya, tiga orang berasal dari Provinsi Sarangani dan sembilan lainnya berada di Provinsi Cotabato Selatan.
Dari jumlah tersebut, tujuh korban dilaporkan berada di Kota General Santos, sebuah wilayah yang dihuni sekitar 700.000 penduduk.
Sementara itu, Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional Filipina menyatakan masih melakukan verifikasi terhadap laporan tambahan korban meninggal dunia di Provinsi Davao Occidental.
Lembaga tersebut sedang memvalidasi informasi yang menyebutkan adanya tiga korban jiwa lainnya di wilayah tersebut. Jika laporan itu terkonfirmasi, total korban meninggal akibat gempa bumi ini mencapai 15 orang.
Di sisi lain, Kepolisian Nasional Filipina dalam laporan terpisah mencatat sebanyak 134 warga mengalami luka-luka akibat dampak gempa.
Pusat Gempa Bumi Berada di Lepas Pantai Sarangani
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik.
Berdasarkan data Phivolcs, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan kedalaman mencapai 33 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer di sebelah barat daya pesisir Kota Maasim yang terletak di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.
Lokasi pusat gempa yang berada dekat kawasan pesisir menyebabkan getarannya dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah sekitar. Otoritas Filipina masih terus melakukan pendataan dampak dan memantau perkembangan situasi pascagempa.
Hingga kini, proses verifikasi korban dan penanganan warga terdampak masih berlangsung, sementara gempa bumi di Filipina selatan ini menjadi salah satu bencana yang paling menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: Kantor Berita Xinhua | Dipublikasikan atas kerja sama dengan BeritaManado.com.
