Politik dan Pemerintahan

30 Tahun Kudatuli, Fransiscus Andi Silangen: Jadikan Sejarah sebagai Pembelajaran Menuju Indonesia Emas 2045

30 Tahun Kudatuli, Fransiscus Andi Silangen: Jadikan Sejarah sebagai Pembelajaran Menuju Indonesia Emas 2045
Ketua DPRD Sulut yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut dr Fransiscus Andi Silangen

Penulis: Mega Anggawirya Zas | DPRD Sulut

Peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mengambil pelajaran dari salah satu sejarah penting perjalanan demokrasi di Indonesia.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Fransiscus Andi Silangen, menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli tidak boleh dilupakan, melainkan harus terus diingat dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari pembelajaran sejarah bangsa.

“Peristiwa ini harus diingatkan, harus terus diingat, dan diwariskan karena dari peristiwa itu terdapat banyak pembelajaran,” ujar Silangen.

Menurutnya, perjalanan panjang PDI Perjuangan telah membuktikan bahwa partai tersebut mampu bertahan dalam berbagai situasi dan terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat serta mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.

Ia mengatakan, semangat yang terkandung dalam lagu PDI Perjuangan Bersama Rakyat menggambarkan komitmen partai untuk terus hadir menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk mengatasi kemiskinan hingga mencapai target zero poverty.

Silangen juga menyinggung keberhasilan Republik Rakyat Tiongkok dalam menekan angka kemiskinan sebagai salah satu contoh yang dapat dipelajari.

“Kita belajar dari China. Dalam perjalanan 100 tahun Partai Komunis China, mereka mampu mewujudkan kondisi di mana kemiskinan sudah tidak ada. Ini menjadi pembelajaran bahwa dengan komitmen yang kuat, persoalan kemiskinan bisa diatasi,” katanya.

Lebih lanjut, Silangen mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan memiliki perspektif yang sama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, waktu yang tersisa sekitar 19 tahun menjadi periode yang sangat menentukan bagi masa depan Indonesia. Apabila target tersebut tidak tercapai, Indonesia berpotensi terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah, yang pada akhirnya akan berdampak pada generasi penerus.

“Karena itu, kita harus bersatu menyamakan perspektif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tujuan yang dicanangkan Presiden Prabowo harus kita dukung bersama demi masa depan bangsa,” tegas Silangen.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara