Memperhatikan perkembangan hingga Triwulan II 2019, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kedepan akan cenderung membaik, didorong oleh percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan Ekonomi Khusus.
Konsumsi pemerintah diperkirakan tetap tumbuh kuat seiring pelaksanaan iven-iven pariwisata dan percepatan realisasi belanja modal sesuai pola historisnya.
“Bank Indonesia juga senantiasa mencermati perkembangan serta risiko eksternal dan domestik. Berbagai risiko, baik risiko eksternal terkait perang dagang antara Tiongkok dan USA, risiko berlanjutnya tren negatif harga komoditas unggulan, serta risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan perdagangan dan harga minyak dunia, merupakan risiko yang perlu diwaspadai bersama,” ucap Arbonas.
Selain itu juga masih perlu diperhatikan beberapa risiko yang bersumber dari permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, seperti terbatasnya pasokan Iistrik.
“Menyikapi berbagai tantangan dan risiko ke depan tersebut, Bank Indonesia senantiasa meningkatkan dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif dan berkelanjutan dengan mempertahankan stabilitas ekonomi dan mendorong berkembangnya sumber pertumbuhan ekonomi baru Sulawesi Utara khususnya melalui pengembangan sektor Pariwisata yang lebih melibatkan partisipasi masyarakat dan swasta, serta peningkatan diversifikasi produk industri pengolahan yang berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi,” tutup Arbonas.
(***/sri)
