Nasional

Desi Mamahit: Indonesia Harus Siap Hadapi Ancaman Revolusi AI

Desi Mamahit: Indonesia Harus Siap Hadapi Ancaman Revolusi AI
Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc., C.Me., Ketua Umum HIPKASI, menyampaikan pandangannya tentang peluang dan ancaman revolusi AI bagi Indonesia di Jakarta.

Penulis: Tim Redaksi

Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi masa depan, muncul pertanyaan penting yang mulai menjadi perhatian berbagai kalangan: apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi risiko keamanan yang menyertai revolusi teknologi tersebut?

Pertanyaan itu disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Keamanan Siber Indonesia (HIPKASI) yang juga Ketua Komite Tetap (Komtap) Keamanan Siber dan Perlindungan Infrastruktur Kritis KADIN Indonesia, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc., C.Me., yang menilai percepatan transformasi digital nasional harus berjalan seiring dengan penguatan sistem keamanan siber dan perlindungan infrastruktur kritis negara.

Menurut Desi, kompetisi global dalam penguasaan teknologi AI saat ini telah melampaui sekadar persaingan ekonomi. AI kini menjadi instrumen strategis yang berkaitan langsung dengan kedaulatan digital, keamanan nasional, hingga ketahanan ekonomi suatu negara.

“Negara yang berhasil menguasai AI tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam mengelola data, melindungi infrastruktur digital, serta menjaga stabilitas sistem nasional dari berbagai ancaman siber,” ujar Desi, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Pandangan tersebut semakin relevan menjelang pelaksanaan ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award yang akan berlangsung di Raffles Hotel Jakarta pada 29–31 Juli 2026.

Menurut Desi, forum internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran teknologi dan inovasi digital, tetapi juga momentum strategis bagi Indonesia untuk merumuskan langkah menghadapi tantangan keamanan di era kecerdasan buatan.

Peluang dan Ancaman Revolusi AI bagi Indonesia

Ia menjelaskan, perkembangan AI menghadirkan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan.

Di satu sisi, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas industri dan perdagangan, mempercepat pelayanan publik, memperkuat produktivitas, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi baru.

Namun di sisi lain, AI juga berpotensi memunculkan ancaman yang semakin kompleks.

Mulai dari serangan siber berbasis kecerdasan buatan, penyebaran disinformasi digital yang lebih masif, manipulasi data, hingga penyalahgunaan informasi dalam skala besar menjadi risiko yang harus diantisipasi sejak dini.

Karena itu, Desi menegaskan bahwa pembangunan ekosistem AI nasional tidak boleh hanya berorientasi pada aspek investasi dan pertumbuhan ekonomi semata.

Penguatan tata kelola keamanan siber harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan dan strategi pengembangan teknologi digital nasional.

Analisis tersebut menjadi penting mengingat Indonesia saat ini tengah memasuki fase percepatan transformasi digital di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, perbankan, energi, transportasi, kesehatan, hingga pertahanan.

Seluruh sektor tersebut merupakan bagian dari infrastruktur kritis nasional yang sangat rentan menjadi sasaran serangan siber apabila tidak dilindungi secara memadai.

“Ketergantungan yang semakin tinggi terhadap sistem digital akan meningkatkan risiko apabila aspek keamanan tidak dipersiapkan secara matang sejak awal,” katanya.

Oleh karena itu, investasi pada teknologi harus berjalan beriringan dengan investasi di bidang keamanan digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan regulasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi masa depan.

Desi menilai, ASOCIO Digital AI Summit 2026 yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dapat menjadi forum strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam membahas standar keamanan AI, tata kelola data, perlindungan privasi, hingga pengamanan infrastruktur digital yang kini menjadi isu global.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara