
Manado, BeritaManado.com – Ledakan bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi, menarik perhatian tokoh gereja Sulawesi Utara, Pnt. Billy Lombok SH.
Terkait ledakan bom yang menewaskan paling sedikit 9 orang ini, Pnt. Billy Lombok, menyampaikan sikap dan mengusulkan beberapa hal substantif, diantaranya, bahwa iman Kristen takkan pernah terganggu dengan aksi teror.
“Mendukung pemerintah dan aparat mengusut tuntas terorisme sampai ke seluruh jaringan. Meminta pemerintah dan aparat agar tidak lengah dengan rencana dan segala bentuk permufakatan yang mengarah ke terorisme,” jelas Pnt. Billy Lombok kepada BeritaManado.com, Minggu (13/5/2018) sore.
Ketua Forum Pemuda Lintas Gereja ini, mengajak umat untuk berdoa, menggumuli dan tidak terpancing, menjaga situasi tetap kondusif.
“Mendesak pemerintah mencabut berbagai kebijakan yang menghambat dan membatasi peribadatan, serta menjamin kemerdekaan tiap orang untuk beribadah dan memeluk sesuai agama dan kepercayaannya,” tandas Ketua Pemuda Sinode GMIM periode 2005-2014 dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2014-2019 ini.
Diketahui, telah terjadi ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. Dua di antaranya adalah gereja Kristen, yaitu: Gereja Kristen Indonesia Surabaya dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Sedang satu lainnya, gereja Katolik, yaitu: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.
(JerryPalohoon)
