
Peliput : Ivan Xaverius | Boltim
Perayaan Ekaristi Penutupan Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado di venue utama Desa Guaan, Sabtu (4/7/2026), berlangsung penuh sukacita dan makna rohani.
Dalam homilinya, Uskup Keuskupan Manado, mengajak seluruh peserta membawa pulang semangat baru serta cara pandang baru dalam menjalani kehidupan.
Mengawali homili, Uskup menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang rangkaian kegiatan Pertemuan Raya KBK 2026.
Menurutnya, ribuan peserta dari berbagai paroki dapat mengikuti seluruh agenda dengan aman dan lancar merupakan tanda nyata kasih Tuhan.
“Kita patut bersyukur karena sejak hari pertama hingga penutupan ini Tuhan terus menyertai perjalanan kita. Bahkan cuaca yang baik menjadi anugerah sehingga seluruh kegiatan dapat berlangsung lancar,” ungkapnya.
Dengan gaya hangat dan penuh humor, Mgr. Rolly juga menyinggung jadwal Misa Penutupan yang diundur menjadi pukul 09.00 WITA.
Ia berseloroh bahwa selain karena perlombaan berlangsung hingga larut malam, banyak peserta juga antusias mengikuti pertandingan sepak bola dunia.
Candaan tersebut disambut tawa umat dan menciptakan suasana akrab dalam perayaan Ekaristi.Di balik suasana sukacita itu, Uskup mengajak umat melihat kehidupan dengan perspektif yang lebih luas.
Ia mencontohkan cuaca panas yang dinikmati peserta ternyata menjadi tantangan bagi para petani yang harus bekerja ekstra menyiram tanaman mereka.
“Setiap orang memiliki pengalaman berbeda terhadap peristiwa yang sama. Karena itu kita diajak membuka cara pandang, cara berpikir, cara mendengar, dan cara merasakan kehidupan,” pesannya.
Mengutip ajakan Santo Paulus kepada jemaat di Filipi, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan,” Mgr. Rolly menegaskan bahwa sukacita sejati tidak bergantung pada kemenangan maupun penghargaan.
Sukacita sejati lahir dari keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan hidup manusia.Dalam homilinya, ia juga menegaskan makna Ekaristi sebagai sumber kekuatan umat beriman.
Tubuh dan Darah Kristus yang diterima dalam Komuni Kudus menjadi bekal rohani untuk menjalani panggilan hidup di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.
“Ekaristi memberi kita kekuatan, bukan hanya kekuatan jasmani, tetapi kekuatan kasih, the power of love, yang memampukan kita menghadirkan Kristus di tengah dunia,” katanya.
Mgr. Rolly mengajak seluruh peserta memaknai materi pembinaan, perlombaan, dan kesaksian selama Pertemuan Raya sebagai proses pertumbuhan iman dan persaudaraan.
Ia menegaskan keberhasilan tidak diraih secara instan, tetapi melalui ketekunan, kerja keras, dan kemauan belajar dari pengalaman.
Sebagai ilustrasi, Uskup mengangkat kisah Thomas Edison yang mengalami ribuan kegagalan sebelum berhasil menemukan lampu pijar.
