Boltim

Ulyas Taha Ajak Kaum Bapak Katolik Jadi Duta Moderasi Beragama di Sulut

Ulyas Taha Ajak Kaum Bapak Katolik Jadi Duta Moderasi Beragama di Sulut
Ulyas Taha Saat Menyampaikan Materi Moderasi Beragama dan Cinta Kemanusiaan pada Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado di Guaan, Boltim, Rabu (1/7/2026).

Peliput : Ivan Xaverius | Boltim

Semangat moderasi beragama dan cinta kemanusiaan menjadi pesan utama yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, saat menghadiri Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado.

Kegiatan yang berlangsung di Goba, Molinow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Rabu (1/7/2026), itu diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah Keuskupan Manado, termasuk Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Ulyas tampil sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Moderasi Beragama dan Cinta Kemanusiaan”.

Turut hadir Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, jajaran panitia, pastor, serta peserta KBK dari berbagai paroki.

Ulyas Taha Ajak Kaum Bapak Katolik Jadi Duta Moderasi Beragama di Sulut
Suasana Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado di Guaan, Boltim, Rabu (1/7/2026).

Ulyas menilai, kegiatan KBK tidak hanya menjadi wadah pembinaan iman bagi kaum bapak Katolik, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Menurutnya, nilai kemanusiaan merupakan fondasi yang dapat menyatukan seluruh umat beragama dalam semangat saling menghormati dan melayani sesama.

Ia menegaskan bahwa moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, tetapi bagaimana kita menghadirkan ajaran agama sebagai kekuatan untuk menciptakan kedamaian,” kata Ulyas.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan keluarga dalam membangun generasi muda yang terbuka terhadap perbedaan dan tidak mudah terpengaruh paham radikal maupun ujaran kebencian di media sosial.

Dalam pemaparannya, Ulyas mengangkat nilai persaudaraan dalam ajaran Islam dan Katolik yang sama-sama menekankan kasih, keadilan, serta penghormatan terhadap sesama manusia.

Ulyas Taha Ajak Kaum Bapak Katolik Jadi Duta Moderasi Beragama di Sulut
Foto bersama Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, usai sesi Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado di Guaan, Boltim.

Konsep Ukhuwah Basyariyah dalam Islam dan semangat Fratelli Tutti yang digaungkan Paus Fransiskus disebut menjadi dasar kuat dalam membangun dialog dan kerja sama lintas agama.

“Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi tetap bisa berjalan bersama dalam kerja-kerja kemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, Ulyas menyebut Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang terus terjaga.

Filosofi “Torang Samua Basudara” dan “Si Tou Timou Tumou Tou” dinilai menjadi kekuatan budaya yang selama ini menjaga keharmonisan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

Di akhir penyampaiannya, Ulyas mengajak seluruh peserta KBK untuk menjadi duta damai di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan nilai kasih, memperkuat dialog, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Mari terus menjaga Sulawesi Utara sebagai rumah bersama yang damai, rukun, dan penuh persaudaraan,” tutupnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara