Parlementaria

Rapat Paripurna DPRD Sulut Tak Menghargai Torang Samua Ciptaan Tuhan

Beberapa pejabat melaksanakan sholat disela rapat paripurna
Beberapa pejabat melaksanakan sholat disela rapat paripurna

 

Manado – Slogan “Torang Samua Ciptaan Tuhan” perlu diimplementasikan dalam ruang gerak kehidupan sehari-hari termasuk pada kegiatan-kegiatan di pemerintahan.

Namun apa jadinya jika ketika agenda pemerintahan termasuk diantaranya rapat paripurna DPRD Sulut yang digelar sore menjelang malam hari justru “merampas hak” sebagian pejabat untuk melaksanakan sholat magrib.

Seperti yang terjadi, Jumat (2/9/2016) sore, ketika sejumlah pejabat harus melaksanakan sholat magrib disela rapat paripurna di DPRD Sulut.

“Torang Samua Ciptaan Tuhan harusnya menyentuh seluruh aspek kehidupan bermasyarakat termasuk ketika kita menghargai umat muslim melaksanakan sholat. Idealnya ketika jam sholat rapat paripurna dihentikan sementara memberi kesempatan mereka yang ingin melaksanakan sholat, setelah itu rapat dilanjutkan kembali,” ujar pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka.

Kedepan lanjut Tumbelaka, pimpinan DPRD lebih peka memilih waktu pelaksanaan rapat paripurna.

“Misalnya rapat paripurna yang digelar sore hari sebisa mungkin selesai sebelum jam 6 sore,” tukas Tumbelaka. (jerrypalohoon)

Satu tanggapan untuk “Rapat Paripurna DPRD Sulut Tak Menghargai Torang Samua Ciptaan Tuhan”

  1. nyanda usah dibesar2kan. Toh nda setiap hari koq. Kebetulan saja lagi rapat, yang mau solat bisa keluar sebentar?

    Kawan2 saya saja banyak yg muslim malah tidak pernah sholat ora opo opo.

    Jadi jangan dibesar besarkan.
    Justru yg kita dorong itu penutupan gereja2 di bogor depok dan bekasi. itu yg kita bantu.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara