Manado — Penolakan aktifitas pertambangan di wilayah Sulut dianggap tidak akan mempengaruhi dunia investasi. Pasalnya, menurut Ketua Komisi II DPRD Sulut, Steven Kandouw, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, tanpa kontribusi tambang emas, investasi Sulut tetap bergairah bahkan salah satu tertinggi di Indonesia.
“Jadi saya pikir penolakan tambang emas di Sulut tidak akan membawa dampak apa-apa terhadap investasi kita, kandati sumber daya alam yang kita miliki adalah sektor tersebut. Namun tetap saja harus melawati beberap kajian sebelum diolah,” kata Kandouw.
Untuk itu Kandouw berharap agar pihak eksekutif tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan dari hasil pertambangan. Apalagi jika dikaitkan dengan masalah investasi karena menurutnya, masih banyak cara yang bisa ditempuh oleh tiap pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan investasi.(EN)

Setujuh. Suber Daya Alam kita wariskan untuk anak cucu kita dimasa mendatang untuk di kelolah oleh orang Minahasa sendiri, jangan sampai terjadi seperti Freeport di Papua yang hanya di nikmati oleh para koruptor di Pemerintah Pusat dan orang Papua hanya dapat limbahnya saja
sulut hrus bebas dari tambang,.tanpa adanya tambang sulut bisa maju….ingat anak cucu kita nantinya. Tambang itu cma menguntungkan sesaat tpi setelah itu pasti akan banyak bencana nantinya..ingat itu..jgn sampai sdah ada bncana bru mnyesal….i yayat u santi